Trump Sebut Iran Minta Gencatan Senjata, Teheran Balas Pedas: Tidak Pernah!

Presiden AS Donald Trump (kiri), Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei (Kanan)
Sumber :
  • NDTV

VoxPop –Seorang pejabat senior Iran membantah klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyebut pemimpin baru Iran telah meminta gencatan senjata, di tengah perang yang masih berlangsung antara AS, Israel, dan Iran.

img_title Hamas Respons Pernyataan Trump: Tidak Ada Pelucutan Senjata Sebelum Israel Mundur dari Gaza

Jurnalis Al Jazeera, Ali Hashem, melaporkan dari Teheran pada Rabu bahwa pejabat tersebut menolak pernyataan Trump di media sosial yang mengklaim Iran baru saja mengajukan permintaan gencatan senjata kepada Amerika Serikat.

“Pihak Iran membantah bahwa mereka pernah meminta gencatan senjata,” ujar Hashem dikutip dari laman Al Jazeerah, Kamis 2 April 2026.

img_title Donald Trump Rilis Pernyataan Lengkap soal Klaim Hamas Sepakat Lucuti Senjata, Israel Masih Bungkam

Sebelumnya dalam unggahan di platform media sosialnya Truth, Trump mengatakan bahwa AS akan mempertimbangkan permintaan Iran untuk gencatan senjata  jika Selat Hormuz sudah terbuka, bebas, dan aman.

“Sampai saat itu, kami akan menghancurkan Iran habis-habisan atau, seperti yang mereka katakan, mengembalikannya ke Zaman Batu!!!” tulisnya.

img_title Trump Umumkan Kesepakatan Pelucutan Senjata Hamas di Gaza

Klaim Trump ini muncul beberapa jam sebelum ia dijadwalkan menyampaikan pidato pada pukul 21.00 waktu setempat di Washington, DC (Kamis 08.00 WIB), yang menurut White House akan berisi pembaruan penting tentang Iran.

Pemerintahan Trump kini menghadapi tekanan yang semakin besar terkait perang AS-Israel melawan Iran, di tengah melonjaknya harga energi global dan meluasnya penolakan publik Amerika terhadap konflik tersebut.

Pada Senin kemarin, Trump mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih bahwa harga akan jatuh drastis begitu AS memutuskan untuk mengakhiri perang yang menurutnya bisa terjadi dalam dua hingga tiga minggu ke depan.

Namun, ancaman Trump pada Rabu untuk terus menghancurkan Iran habis-habisan hingga Selat Hormuz dibuka kembali memunculkan pertanyaan, apakah perang ini benar-benar akan segera berakhir seperti yang ia klaim.

Seperti diketahui Selat Hormuz, jalur laut penting di kawasan Teluk yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia kini praktis tertutup akibat perang, sehingga memicu kekhawatiran serius akan perlambatan ekonomi global.

Profesor di Doha Institute for Graduate Studies, Mohamad Elmasry menilai bahwa pernyataan Trump di Truth Social seperti memberi harapan dalam satu napas, lalu langsung menariknya kembali di napas berikutnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut