Viral Video Mojtaba Khamenei di Ruang Pusat Operasi Militer Iran, Ini Faktanya!

Viral Video Mojtaba Khamenei Masuki Ruang Operasi Militer Iran
Sumber :
  • Tangkapan Layar X.com/GBX_press

VoxPop –Pengguna media sosial dihebohkan dengan unggahan video yang diduga petinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Dalam unggahan akun @GBX_press di media sosial X terlihat sosok yang diduga Mojtaba Khamenei nampak berjalan masuk ke dalam sebuah ruang operasi militer Iran.

img_title Harga Emas Hari Ini 4 Agustus 2026: Produk Antam Melorot, Global Bervariasi

Dalam unggahan itu juga terlihat dalam ruangan operasi militer itu, nampak satu layar besar yang disebut-sebut merupakan gambar situs reaktor nuklir Dimona di Israel beserta koordinatnya.

”Iran merilis video baru yang diklaim pertama kalinya memperlihatkan Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, sedang dalam perjalanan menuju ruang operasi militer. Dalam video itu juga terlihat sebuah gambar besar situs reaktor nuklir Dimona di Israel beserta koordinatnya,” demikian unggahan akun X tersebut.

img_title Bukan Iran, Trump Tegaskan Cuma AS yang Pungut Biaya di Selat Hormuz

Video yang diunggah pada Senin 6 April dini hari tadi itu langsung mendapat sorotan. Setidaknya 2,6 juta orang telah melihat unggahan itu. Namun benarkah sosok pria tersebut Mojtaba? Mengingat saat ini keberadaan Mojtaba masih belum diketahui sejak dirinya diangkat menjadi pemimpin tertinggi Iran menggantikan ayahnya, Ali Khamenei yang tewas dalam serangan gabungan Israel-AS pada 28 Februari lalu.

img_title Harga Minyak Dunia Turun usai AS Lanjutkan Perundingan Damai dengan Iran

Cek Fakta

Melansir laman Hindustan Times, Senin 6 April 2026, berdasarkan analisis Grok, video tersebut merupakan hasil rekayasa AI dan tidak ada sumber kredibel yang mengonfirmasi keasliannya.

Hasil analisis Grok menunjukkan adanya sejumlah indikator bahwa video tersebut merupakan hasil manipulasi atau dibuat secara artifisial.

Dari penelusuran per frame, sebagian cuplikan terlihat mirip dengan rekaman lama Ali Khamenei sebelum kabar kematiannya, yang kemudian diedit ulang dan ditambahkan elemen digital untuk menciptakan kesan seolah-olah berada di lokasi baru.

Video itu juga menampilkan sejumlah kejanggalan visual, seperti wajah yang buram, pencahayaan yang tidak alami, serta transisi yang tampak patah-patah. Ciri-ciri ini umum ditemukan pada konten yang dihasilkan atau diedit menggunakan teknologi AI.

Sejumlah organisasi pemeriksa fakta, termasuk DW dan MEMRI, sebelumnya juga telah mendokumentasikan kemunculan video serupa yang menggunakan teknik AI untuk menyebarkan informasi menyesatkan.

Selain itu, tidak ada konfirmasi dari media resmi Iran seperti Islamic Republic News Agency (IRNA), Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), maupun Tasnim News Agency. Hal ini juga ditegaskan oleh Grok.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut