Deadline Trump Hampir Habis, Militer Israel Ancam Jalur Kereta Iran

Ilustrasi perang Iran vs Israel
Sumber :
  • AI

VoxPop –Militer Israel memperingatkan warga Iran agar tidak menggunakan kereta api atau mendekati rel kereta api. Peringatan ini seolah mengisyaratkan akan adanya serangan ke fasilitas sipil sebelum tenggat waktu yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk membuka kembali Selat Hormuz berakhir.

img_title Hamas Respons Pernyataan Trump: Tidak Ada Pelucutan Senjata Sebelum Israel Mundur dari Gaza

“Demi keamanan Anda, kami dengan hormat meminta agar mulai saat ini hingga pukul 21.00 waktu Iran [00.30 WIB], Anda tidak menggunakan atau bepergian dengan kereta di seluruh Iran. Menghadiri kereta atau berada di dekat jalur kereta membahayakan nyawa Anda,”tulis militer Iran  di akun X mereka seperti dikutip dari laman Al Jazeerah, Selasa 7 April 2026.

Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya mengancam akan mengebom jembatan dan pembangkit listrik Iran jika negara itu tidak membuka kembali Selat Hormuz pada Selasa pukul 20.00 waktu setempat (Rabu, 07.00 WIB).

img_title Donald Trump Rilis Pernyataan Lengkap soal Klaim Hamas Sepakat Lucuti Senjata, Israel Masih Bungkam

Tak tinggal diam, Iran menanggapi ancaman itu dengan memperingatkan pembalasan yang menghancurkan jika infrastruktur sipil mereka diserang.

Sebelumnya, militer Israel mengumumkan telah menyelesaikan gelombang serangan udara terbaru terhadap berbagai infrastruktur di seluruh Iran, termasuk di Teheran.

img_title Trump Umumkan Kesepakatan Pelucutan Senjata Hamas di Gaza

Menurut kantor berita semi-resmi Iran, Mehr, sebuah gedung tempat tinggal di pusat Teheran menjadi sasaran salah satu serangan terbaru, dan sinagoga yang berada di dekat gedung tersebut juga hancur.

Pada hari Senin, pasukan Israel menyerang fasilitas petrokimia di sisi Iran dari ladang gas South Pars, yang juga dibagi dengan Qatar.

Sejak perang ini dimulai lebih dari lima minggu lalu, sedikitnya 2.076 orang di Iran tewas akibat serangan AS dan Israel, menurut Kementerian Kesehatan Iran.

Pemungutan Suara PBB soal Selat Hormuz

Dewan Keamanan PBB diperkirakan akan melakukan pemungutan suara pada Selasa mengenai resolusi yang telah direvisi, yang menyerukan agar Selat Hormuz dibuka kembali. Resolusi ini jauh dari tujuan awal negara-negara Teluk untuk mendapatkan izin menggunakan kekuatan militer.

Draf yang dilihat AFP pada Senin tidak lagi menyebut otorisasi penggunaan kekuatan, bahkan secara defensif. Namun, Rusia, sekutu lama Iran, dan China, masih bisa memveto teks ini. Lantaran alasan itu, pemungutan suara yang dijadwalkan Jumat lalu harus ditunda.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut