Trump Sebut Paus Leo XIV Pemimpin Lemah: Tanpa Saya, Leo Tidak Akan Berada di Vatikan

Paus Leo XIV, Paus Baru Terpilih
Sumber :
  • (Foto AP/Alessandra Tarantino)

VoxPop – Presiden AS Donald Trump melancarkan serangan verbal terhadap pemimpin Gereja Katolik Vatikan Paus Leo XIV pada hari Minggu, 12 April 2026, dengan menyebutnya "lemah dalam penanganan kejahatan" dan "kebijakan luar negeri". Ia mengklaim Gereja Katolik hanya memilihnya untuk mengelola hubungan dengan pemerintahan Trump.

img_title Tak Main-main, Iran Anggap Semua Jenis Ancaman Musuh Nyata dan Bakal Direspon Serius

"Paus Leo LEMAH dalam penanganan kejahatan, dan buruk untuk Kebijakan Luar Negeri," tulis Trump di platform Truth Social miliknya, menuduh Paus berbicara tentang "ketakutan" terhadap pemerintahannya sambil mengabaikan apa yang digambarkannya sebagai penganiayaan terhadap tokoh-tokoh agama selama pandemi COVID-19.

"Saya tidak menginginkan seorang Paus yang berpikir bahwa Iran boleh memiliki senjata nuklir. Saya tidak menginginkan Paus yang berpikir bahwa Amerika menyerang Venezuela itu mengerikan," tulis Trump, dengan alasan bahwa posisi Paus tentang isu-isu global keliru.

img_title Trump Batalkan Rencana Serangan ke Iran

Trump mengatakan dia lebih menyukai saudara Paus, Louis, dengan mengatakan: "Saya lebih menyukai saudaranya Louis daripada dia, karena Louis sepenuhnya MAGA. Dia mengerti, dan Leo tidak." 

Trump kemudian mengungkit 'jasanya' dalam pengangkatan Leo menjadi Paus. "Dia tidak ada dalam daftar untuk menjadi Paus, dan hanya ditempatkan di sana oleh Gereja karena dia orang Amerika, dan mereka berpikir itu akan menjadi cara terbaik untuk berurusan dengan Presiden Donald J. Trump. Jika saya tidak berada di Gedung Putih, Leo tidak akan berada di Vatikan." ungkapnya

img_title Putra Mahkota Arab Saudi Khawatir soal Rencana Serangan AS ke Iran

"Leo harus memperbaiki perilakunya sebagai Paus, menggunakan akal sehat, berhenti menuruti kaum Kiri Radikal, dan fokus menjadi Paus yang hebat, bukan seorang politisi," tulis Trump, mengklaim bahwa arah Paus saat ini "merugikan Gereja Katolik." tegas Trump

Kritik Trump

Paus Leo XIV sebelumnya menyerukan penghentian perang di Iran dan mendesak para pemimpin dunia untuk dialog dibandingkan aksi militer, seolah mengkritik kebijakan arogan Trump yang terus pamer kekuatan dan memaksa perang.

"Cukup dengan penyembahan terhadap diri sendiri dan uang! Cukup dengan pamer kekuatan! Cukup dengan perang! Kekuatan sejati ditunjukkan dengan melayani kehidupan," kata Paus dalam doa bersama di Basilika Santo Petrus, Sabtu, 11 April 2026.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut