AS Prediksi Harga Minyak Bakal Melonjak Buntut Gangguan di Selat Hormuz

Ilustrasi minyak mentah.
Sumber :
  • The Cable

Jakarta, VoxPop – Menteri Energi Amerika Serikat (AS), Chris Wright mengatakan bahwa harga minyak dapat mencapai puncak dalam beberapa pekan mendatang. 

img_title Hamas Respons Pernyataan Trump: Tidak Ada Pelucutan Senjata Sebelum Israel Mundur dari Gaza

Hal ini dikarenakan adanya gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz yang mendorong biaya energi lebih tinggi.

"Kita akan melihat harga energi akan tetap tinggi—dan mungkin bahkan melonjak—sampai kami mendapatkan lalu lintas kapal yang signifikan melalui Selat Hormuz," kata Wright dalam konferensi Semafor World Economy, dikutip Selasa, 14 April 2026.

img_title Donald Trump Rilis Pernyataan Lengkap soal Klaim Hamas Sepakat Lucuti Senjata, Israel Masih Bungkam

Dia menambahkan bahwa puncak harga itu mungkin akan terjadi dalam waktu dekat, seiring dengan terganggunya pasokan energi global akibat konflik yang berlangsung.

Menurut Wright, tekanan harga baru akan mereda setelah konflik antara Amerika Serikat dan Iran berakhir dan aliran energi kembali berjalan. Namun, dia mengingatkan penurunan harga nantinya tidak akan terjadi dengan cepat, meskipun distribusi energi mulai kembali normal.

img_title Trump Umumkan Kesepakatan Pelucutan Senjata Hamas di Gaza

"Presiden (Donald Trump) tahu sejak awal bahwa jika aliran energi diganggu dalam jangka pendek, maka itu akan mendorong harga energi naik," tambahnya.

Harapan untuk mencapai penurunan harga dengan cepat adalah hal yang tidak realistis.

"Pada musim panas nanti, itu adalah jangka waktu yang agresif," kata Wright.

Pasar minyak melonjak sejak konflik antara AS-Israel melawan Iran pecah pada akhir Februari lalu, hingga berdampak pada akses pelayaran di Selat Hormuz.

Sebagai respons, AS mempertimbangkan langkah militer di kawasan tersebut setelah upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik gagal dan sempat ada gencatan senjata sementara.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan langkah pengamanan akan diterapkan terhadap kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran di kawasan Teluk. (Ant)

Sumber: Anadolu

Teluk Persia

Turki Mau Bangun Jalur Baru Kurangi Ketergantungan Terhadap Selat Hormuz, Pakai Kereta Api

Turki targetkan penyelesaian proyek koridor transportasi baru yang menghubungkan Teluk Persia dengan Eropa via Irak dalam waktu 3 tahun sebagai alternatif selat hormuz.

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut