Iran Tantang AS Perang Darat: Ini Akan Jadi Hal Besar

Ilustrasi Bendera Iran
Sumber :
  • Reuters

VoxPop –Penasehat militer senior Iran untuk Mojtaba Khamenei, Mohsen Rezaei melontarkan ultimatum kepada presiden Amerika Serikat, Donald Trump terkait aksinya memblokade Selat Hormuz. Dalam peringatannya, Rezaei menyebut kapal perang Amerika Serikat di Selat Hormuz kini sudah bisa dijangkau untuk diserang.

img_title Tak Main-main, Iran Anggap Semua Jenis Ancaman Musuh Nyata dan Bakal Direspon Serius

Mantan panglima Korps Garda Revolusi Iran itu bahkan menyebut kekuatan angkatan laut AS kini sudah menjadi target rudal Iran. Pernyataan ini semakin meningkatkan ketegangan di jalur perairan strategis tersebut.

Melansir laman NDTV, Kamis 16 April 2026, dia bahkan menantang Amerika Serikat untuk melakukan invasi darat. Disebutnya akan menjadi hal besar jika AS melancarkan Imvasi darat ke Iran.

img_title Penembakan di Restoran AS, Sejumlah Orang Dilaporkan Tewas

”Iran bisa menangkap ribuan sandera dan menukar setiap sandera dengan satu dolar,” kata dia.

Tak hanya itu saja, dia juga mengungkap bahwa Iran akan menenggelamkan kapal-kapal Amerika jika AS memutuskan untuk mengawasi jalur pelayaran penting itu.

img_title Trump Batalkan Rencana Serangan ke Iran

“Trump ingin menjadi polisi di Selat Hormuz. Apakah itu benar tugas Anda? Apakah itu tugas militer sebesar Amerika Serikat?” ujarnya dalam siaran televisi pemerintah.

Dalam wawancara tersebut, penasehat militer Mojtaba Khamenei ini mengatakan bahwa peluncur rudal kemungkinan besar sudah dipindahkan oleh angkatan bersenjata Iran dan kini sedang diarahkan ke kapal Abraham Lincoln serta semua kapal perang Amerika.

“Kapal-kapal Anda akan ditenggelamkan oleh rudal pertama kami dan telah menciptakan bahaya besar bagi militer AS. Kapal-kapal itu jelas berada dalam jangkauan rudal kami, dan kami bisa menghancurkan semuanya. Kami tidak akan membiarkan satu pun lolos,” lanjutnya.

Saat ini, Amerika Serikat memberlakukan blokade militer di Selat Hormuz setelah Iran sempat membatasi lalu lintas kapal selama lebih dari enam minggu perang. Konflik tersebut kini sedang jeda dengan diberlakukannya gencatan senjata rapuh selama dua minggu.

Soal Gencatan Senjata
Rezaei mengaku tidak setuju jika gencatan senjata diperpanjang, meski ia menegaskan bahwa keputusan tersebut tetap berada di tangan para pejabat terkait.

Ia juga mengingatkan para pejabat Iran agar lebih berhati-hati dibanding sebelumnya dalam melakukan negosiasi, terutama terkait isu ekonomi dengan Amerika Serikat.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut