Jemaah Haji RI Gelombang Kedua Tiba di Bandara Jeddah, Langsung Pakai Ihram dari Embarkasi

Jemaah haji Indonesia tahun 2026 tiba di Mekkah Arab Saudi
Sumber :
  • KJRI Jeddah

VoxPop – Jemaah haji Indonesia gelombang kedua telah mendarat di Bandara Internasional King Abdulaziz,Jeddah, Arab Saudi, Kamis, 7 Mei 2026, menandai dimulainya kedatangan jemaah haji Indonesia di  Bandara Jeddah, dan langsung diberangkatkan menuju Mekkah.   

img_title Sabet Opini WTP ke-8, BPKH Tegaskan Pengelolaan Dana Haji Transparan dan Akuntabel

Berbeda dengan gelombang pertama yang mendarat di Madinah, seluruh jemaah haji Indonesia gelombang kedua akan menempuh jalur udara langsung menuju Jeddah dan diwajibkan telah mengenakan kain ihram sejak dari embarkasi di Tanah Air.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi Tahun 1447 H/2026 M, Ihsan Faisal, menjelaskan bahwa sesuai jadwal, kloter Embarkasi Solo atau SOC 44 tiba di Mekkah pada pukul 09.55 Waktu Arab Saudi (WAS).

img_title Komisi VIII DPR Usul Kementerian Haji Bentuk Badan Layanan Umum untuk Kelola Asrama Haji

"Total ada 15 kloter yang akan kami terima di hari pertama gelombang kedua," kata Ihsan dilansir laman Kemenhaj, Kamis, 7 Mei 2026.

Sembari menyiapkan penyambutan gelombang kedua, Daker Mekkah terus menuntaskan proses pergeseran jemaah gelombang pertama dari Madinah. 

img_title Bank Mega Syariah Serahkan Grand Prize Voucher Haji Khusus Senilai Rp 245 Juta

Hingga hari ini, tercatat sebanyak 110 kloter dengan total jemaah mencapai 42.000 lebih telah berada di Makkah. Angka tersebut setara dengan 45 persen dari total jemaah gelombang pertama yang bergerak secara bertahap sejak 30 April lalu.

Ihsan menegaskan bahwa pola penerimaan jemaah kini akan berubah menjadi lebih dinamis. Jika pada gelombang pertama kedatangan jemaah dapat diestimasi antara siang hingga tengah malam, maka pada gelombang kedua jadwal kedatangan akan berlangsung selama 24 jam penuh tanpa jeda tetap.

" Petugas akan full 24 jam menerima kedatangan para jemaah, baik dari Madinah maupun dari Jeddah," tuturnya.

Kemenhaj tetap memprioritaskan faktor kesehatan dengan mewajibkan jemaah untuk beristirahat setelah check-in di hotel sebelum melaksanakan umrah wajib. Mengingat perjalanan dari Indonesia ke Jeddah memakan waktu sekitar 9 jam ditambah 2-3 jam perjalanan darat ke Makkah, kebugaran fisik jemaah menjadi fokus utama petugas bimbingan ibadah dan kesehatan.

Terkait kesiapan personel, Mekkah kini diposisikan sebagai episentrum pelayanan haji. Ratusan petugas dari Daker Madinah dan Daker Bandara yang telah menyelesaikan tugas di wilayah masing-masing akan segera digeser ke Mekkah dalam status BKO (Diperbantukan).

Personel tambahan ini akan difokuskan untuk memperkuat manajemen pelayanan di titik-titik kepadatan tinggi, terutama di area Masjidil Haram yang diprediksi akan semakin padat seiring bertemunya jemaah dari kedua gelombang pendaratan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut