Istana Kaji Pangkas Masa Tinggal Jemaah di Arab Saudi untuk Tekan Biaya Haji 2027

Mensesneg RI, Prasetyo Hadi
Sumber :
  • VoxPop/Rahmat Fatahillah Ilham

Jakarta, VoxPop – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan pemerintah sedang mengkaji pengurangan masa tinggal jemaah Indonesia di Arab Saudi sebagai salah satu langkah untuk menekan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2027.

img_title Kepuasan Publik Terhadap Prabowo Turun Jadi 51 Persen, Istana: Kita Kerja, Bukan Cari Survei

Menurut Prasetyo, hingga kini pemerintah belum menetapkan besaran biaya haji karena proses perhitungannya masih dilakukan oleh Kementerian Haji.

"Belum, belum. Mengenai biaya haji belum. Teman-teman kan baru apa namanya, proses awal ya yang dipimpin oleh Menteri Haji untuk sesegera menghitung secara sesungguhnya biaya haji untuk tahun 2027," kata Prasetyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 15 Juli 2026.

img_title Mensesneg Ungkap Kriteria Khusus Gubernur BI yang Baru: Wajib 'Merah Putih'

Ia menjelaskan besaran biaya haji akan ditentukan setelah pemerintah mengevaluasi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, termasuk efektivitas tata kelola pelaksanaannya.

"Namun kan tentu evaluasi pelaksanaan haji tahun 2026 tidak hanya berkaitan dengan besaran nilai biaya haji tahun 2027, tapi juga itu berkaitan. Jadi manajemen pengelolaan haji akan menentukan juga nanti di ujung berapa besarnya nilai biaya haji bagi jemaah," ujarnya.

img_title Mensesneg Ungkap Alasan Pemerintah Naikkan Tukin TNI, Singgung Nasib Guru dan Nakes di Wilayah 3T

Prasetyo mengatakan salah satu aspek yang sedang dikaji ialah durasi keberadaan jemaah Indonesia di Arab Saudi yang saat ini mencapai sekitar 40 hingga 41 hari.

Menurutnya, apabila masa tinggal dapat dipersingkat, biaya akomodasi dan operasional berpotensi turun sehingga berdampak pada pengurangan ongkos haji.

"Belum, ya masih, masih dihitung. Karena itu kan menjadi satu menjadi tidak bisa berdiri sendiri ya. Jadi misalnya proses haji jemaah kita itu kan berada di secara total ya, itu kan 40 sampai 41 hari. Nah kalau kemudian kita berhasil menurunkan masa tinggal selama di Arab Saudi, itu kan tentu akan berpengaruh terhadap ongkos haji," kata Prasetyo.

Untuk mewujudkan rencana tersebut, pemerintah mempertimbangkan penambahan frekuensi penerbangan agar proses keberangkatan dan kepulangan jemaah menjadi lebih cepat.

"Jadi kalau kemarin yang sudah muncul itu kan dalam kondisi atau asumsi tidak terjadi perubahan. Misalnya penambahan flight. Penambahan flight kita berharap kita akan menurunkan masa tinggal. Nah kalau masa tinggalnya berkurang, logikanya kan biaya hajinya mungkin bisa dihitung untuk bisa dikurangi atau diturunkan," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut