Akankah Hantavirus Jadi Pandemi Seperti COVID-19?
- REUTERS TV via REUTERS
Dalam pernyataannya, perusahaan menyebut saat ini tidak ada orang bergejala di dalam kapal yang sedang berlayar menuju Pulau Tenerife, Spanyol.
Dua orang yang kembali ke Inggris dari kapal tersebut juga diminta melakukan isolasi mandiri oleh Badan Keamanan Kesehatan Inggris. Namun, keduanya tidak menunjukkan gejala dan risiko terhadap masyarakat disebut sangat rendah.
Sementara itu, otoritas Argentina berencana memeriksa hewan pengerat di kota pesisir Ushuaia, tempat kapal memulai pelayarannya pada 1 April lalu.
Kasus Pertama
Seorang pria asal Belanda yang naik kapal di Ushuaia bersama istrinya meninggal dunia di atas kapal pada 11 April.
Jenazah pria tersebut diturunkan dari kapal pada 24 April di Saint Helena, sebuah pulau di Atlantik Selatan, tempat 29 penumpang lainnya juga turun dari kapal.
Operator kapal mengatakan seluruh penumpang tersebut telah dihubungi dan pihaknya kini berupaya melacak detail seluruh penumpang serta kru yang naik dan turun dari kapal Hondius sejak 20 Maret.
Tedros mengatakan WHO telah memberi tahu 12 negara terkait warga mereka yang turun dari kapal pesiar itu di Saint Helena.
Kekhawatiran meningkat setelah istri pria Belanda tersebut, yang ikut mengantar jenazah suaminya ke Afrika Selatan, meninggal dunia 15 hari kemudian setelah mengalami gejala serupa. Hantavirus dikonfirmasi sebagai penyebab kematiannya pada 4 Mei.
Sebelum naik kapal pesiar, pasangan tersebut diketahui sempat mengunjungi Chile, Uruguay, dan Argentina.
Perempuan asal Belanda itu juga sempat terbang menggunakan pesawat komersial dari Saint Helena menuju Johannesburg saat sudah menunjukkan gejala penyakit.
Pihak berwenang kini berupaya melacak penumpang lain dalam penerbangan tersebut. Maskapai Airlink yang berbasis di Afrika Selatan mengatakan pesawat itu membawa 82 penumpang dan enam kru.
Seorang penumpang asal Jerman juga meninggal dunia pada 2 Mei. Jenazahnya hingga kini masih berada di kapal.
