Disebut Kalah Total dari Iran, AS Bakal Hadapi Keruntuhan Permanen

Kolase Foto Mojtaba Khamenei dan Donald Trump
Sumber :
  • Reuters

VoxPop –Analis neokonservatif paling berpengaruh di Amerika Serikat, Robert Kagan membuat pengakuan yang cukup mengejutkan. Kagan menyebut AS kalah telak dalam perang yang sedang berlangsung melawan Iran. Dia juga menilai bahwa konflik tersebut telah merusak posisi global AS secara permanen.

img_title Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Kinclong, Produk Global Bersinar Terdorong Ini

“AS mengalami kekalahan total,” kata dia dikutip dari laman presstv.ir, Selasa 12 Mei 2026.

Kagan juga menggambarkan kekalahan tersebut sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi dalam sejarah Amerika dan tidak bisa diperbaiki ataupun diabaikan.

img_title Tak Main-main, Iran Anggap Semua Jenis Ancaman Musuh Nyata dan Bakal Direspon Serius

Meski mengakui militer AS sebelumnya juga menimbulkan kerugian besar, namun Kagan melihat perang dengan Iran kali ini memiliki karakter yang jauh berbeda.

“Kekalahan di Vietnam dan Afghanistan memang mahal, tetapi tidak memberikan kerusakan permanen terhadap posisi keseluruhan Amerika di dunia. Namun kekalahan dalam konfrontasi saat ini dengan Iran akan memiliki dampak yang benar-benar berbeda,” tulis dia.

img_title Penembakan di Restoran AS, Sejumlah Orang Dilaporkan Tewas

Menurut Kagan, inti dari bencana ini adalah kemampuan baru Iran dalam mengendalikan Selat Hormuz, jalur laut paling strategis di dunia, tanpa bisa ditantang pihak lain.

“Iran tidak hanya akan mampu memungut biaya bagi kapal yang melintas, tetapi juga membatasi akses hanya untuk negara-negara yang memiliki hubungan baik dengannya,” tulisnya.

Kagan menilai Iran tidak memiliki kepentingan untuk kembali pada situasi sebelum perang. Ia juga meyakini negara-negara Teluk Persia pada akhirnya tidak punya banyak pilihan selain menyesuaikan diri dengan Teheran, yang akan menjadikan negara tersebut sebagai kekuatan dominan baru di kawasan.

“Amerika Serikat akan terbukti hanya macan kertas, memaksa negara-negara Teluk dan negara Arab lainnya untuk menyesuaikan diri dengan Iran,” tulis Kagan.

Ia juga menepis anggapan bahwa koalisi sekutu AS bisa memperbaiki situasi tersebut.

“Jika Amerika Serikat dengan angkatan lautnya yang sangat kuat saja tidak mampu atau tidak mau membuka selat itu, maka koalisi mana pun yang hanya memiliki sebagian kecil kemampuan AS juga tidak akan mampu melakukannya,” katanya.

Kagan memandang kemunduran ini bukan sekadar kekalahan regional, melainkan kegagalan strategis global yang mengubah posisi Amerika di dunia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut