Fakta Baru Terungkap Pasca Kematian Petani Irak Usai Temukan Pangkalan Rahasia Militer Israel

Ilustrasi bendera Israel
Sumber :
  • REUTERS/Florion Goga TPX IMAGES OF THE DAY

VoxPop – Seorang petani dan seorang tentara Irak diduga tewas dibunuh pasukan Israel. Kematian keduanya terjadi setelah sang petani tanpa sengaja menemukan pangkalan militer rahasia Israel di Gurun di Irak dan melaporkannya kepada aparat keamanan setempat. 

img_title 3 HP Murah dengan Sinyal Kuat dan Baterai Besar, Solusi Praktis bagi Petani di Daerah Pedesaan

Dalam laporan The New York Times, yang mengutip hasil investigasi menyebut bahwa Israel mendirikan pos rahasia di gurun barat Irak selama perang Iran melawan AS-Israel. Lokasi tersebut digunakan untuk mendukung serangan udara Israel dan menjadi tempat operasi unit pasukan khusus Israel.

Menyusul dengan kematian seorang petani dan tentara Irak, terungkap fakta baru bahwa ternyata Israel tidak hanya membangun satu melainkan dua pangkalan rahasia militer Israel di Irak. Hal ini disampaikan salah seorang pejabat Irak kepada surat kabar tersebut.

img_title Hamas Respons Pernyataan Trump: Tidak Ada Pelucutan Senjata Sebelum Israel Mundur dari Gaza

Melansir laman Time of Israel, Senin 18 Mei 2026, pangkalan itu disebut digunakan dalam perang melawan Iran pada Juni 2025 maupun konflik tahun ini.

Menurut seorang pejabat regional, Israel mulai membangun pangkalan tersebut pada akhir 2024. Laporan itu juga menyebut Amerika Serikat mengetahui keberadaan pangkalan tersebut, namun kini fasilitas itu disebut sudah tidak lagi beroperasi.

img_title Pemerintah Siapkan Benih Gratis untuk 870 Ribu Hektare Perkebunan se-Indonesia

Berdasarkan laporan tersebut, Israel membangun pangkalan-pangkalan itu untuk memangkas waktu penerbangan saat menyerang Iran, menyediakan perawatan medis, serta mendukung logistik dan berbagai kebutuhan Angkatan Udara Israel. Lokasi itu juga disebut menjadi tempat pasukan khusus dan tim pencarian serta penyelamatan yang bersiaga jika ada pilot Israel yang jatuh saat operasi berlangsung.

Militer Israel belum memberikan komentar terkait laporan tersebut. Irak dan Israel sendiri diketahui tidak memiliki hubungan diplomatik resmi.

Menurut laporan The New York Times, warga Badui lokal di gurun barat Irak yang jarang penduduk sebenarnya sudah berulang kali melaporkan aktivitas mencurigakan kepada militer Irak selama berminggu-minggu. Namun, tentara Irak memilih memantau dari kejauhan sambil meminta informasi kepada Amerika Serikat.

Meski menjadi sekutu Irak, Washington disebut tidak memberikan banyak informasi. Bahkan, AS juga disebut membujuk Irak untuk mematikan radar demi melindungi pesawat militer Amerika.

Lalu pada 3 Maret, seorang penggembala Badui bernama Awad al-Shammari yang sedang menuju kota terdekat untuk membeli kebutuhan sehari-hari dilaporkan tewas ditembak helikopter Israel setelah tanpa sengaja menemukan pangkalan tersebut. Sepupu korban mengatakan kepada media bahwa al-Shammari sempat melaporkan keberadaan pangkalan itu kepada otoritas Irak. Keluarganya kemudian menemukan jasad korban setelah berbicara dengan sejumlah saksi yang melihat langsung insiden penembakan tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut