Video Terakhir Jurnalis Indonesia Sebelum Ditangkap, Sempat Dibuntuti Kapal Perang Israel

Militer Israel dalam Acara Peringatan Prajurit Gugur Israel di Yerusalem
Sumber :
  • ILIA YEFIMOVICH/Pool via REUTERS

VoxPop –Jurnalis asal Indonesia, atas nama Bambang Noryono atau biasa disapa Abeng dan Thoudy Badai dilaporkan telah ditangkap militer Israel (IDF). Abeng ditangkap setelah mengikuti pelayaran Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) menuju Gaza, Palestina.

img_title Massive Attack Ungkap Kronologi Usai Ditahan di Singapura karena Kibarkan Bendera Palestina Saat Konser

Dua jurnalis asal Indonesia itu ditangkap IDF pada Senin 18 Mei 2026. Sebelum ditangkap, jurnalis Republika tersebut sempat membuat laporan terakhir pada Senin siang sekitar pukul 11.00 Waktu setempat.

Dalam video yang diunggah di akun Instagram resmi Republika, disebutkan bahwa kapal Boralize yang membawanya telah dibuntuti oleh kapal perang Israel sekitar pukul 11.15 Waktu setempat. Dia juga meyakini bahwa saat itu dirinya dan rombongan akan diintersepsi oleh IDF. 

img_title Band Inggris Ini Dicekal Masuk Lagi ke Singapura Usai Kibarkan Bendera Palestina

"Siang ini sekitar pukul 11.15 hari Senin, kita telah dibuntuti oleh kapal perang yang diduga milik armada penjajagan Zionis Israel. Kita kemungkinan akan mengalami intersep siang ini," kata jurnalis tersebut dikutip dari Instagram resmi Republika, Selasa 19 Mei 2026.

Dalam keterangannya, kapal tersebut berisikan sembilan orang yang terdiri dari dua WNI, dua WN Malaysia, lima WN Turki dan satu WN Prancis.

img_title Hamas Respons Pernyataan Trump: Tidak Ada Pelucutan Senjata Sebelum Israel Mundur dari Gaza

"Sembilan orang dari kapal Boralize, di kapal Boralize di armada Global Sumud Flotilla. Kita di perairan internasional, ada saya warga negara Indonesia, dua warga Malaysia, lima warga Turki, dan satu Prancis," kata dia.

Video itu juga menunjukkan bagaimana kondisi kapal tersebut. Sejumlah penumpang terlihat melakukan komunikasi. 

Respon Kemlu RI

Menyusul dengan penangkapan tersebut oleh IDF, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI), mengecam keras tindakan IDF tersebut.

"Kementerian Luar Negeri mengecam keras tindakan Militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur," kata Juru bicara 1 Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, Senin 18 Mei 2026

Hingga saat ini, kata Yvonne sedikitnya sepuluh kapal dikonfirmasi telah ditangkap termasuk kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys. Berdasarkan informasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), di kapal Josef  terdapat seorang Warga Negara Indonesia (WNI) atas nama Andi Angga Prasadewa yang merupakan delegasi dari GPCI Rumah Zakat.

"Kapal yang membawa jurnalis An. Bambang Noroyono sampai saat ini masih dicoba dihubungi untuk  mengetahui status dari kapal  termasuk Sdr. Bambang Noroyono  di kapal tersebut," kata dia.

Yvonne mengatakan bahwa saat ini situasi di lapangan masih sangat dinamis dan kemungkinan perkembangan tetap perlu diantisipasi. 

Kementerian Luar Negeri RI mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional

"Sejak awal Kemlu c.q Dit. PWNI telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman guna menyiapkan langkah antisipatif demi memastikan keselamatan dan percepatan proses pemulangan mereka," kata dia.

Yvonne mengatakan bahwa Kemlu RI juga terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak terkait untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi para WNI, sekaligus menyiapkan langkah kontingensi, termasuk fasilitasi pelindungan dan percepatan proses pemulangan apabila diperlukan. 

"Pelindungan WNI akan terus menjadi prioritas utama Pemerintah Indonesia di tengah situasi yang berkembang sangat cepat," kata dia.

Menteri Keamanan Israel, Itamar ben Gvir

Pengadilan Larang Menteri Israel Ben-Gvir Pakai Buaya Jaga Lapas Tahanan Teroris

Menanggapi putusan tersebut, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir mengklaim bahwa para hakim pengadilan distrik Yerusalem "memihak kepada teroris".

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut