China Sebut Penusukan Warga Jepang di Shanghai Insiden Tunggal, Pelaku Gangguan Jiwa

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun
Sumber :
  • ANTARA/Desca Lidya Natalia

Pada Juni 2024, seorang ibu dan anak kewarganegaraan Jepang diserang dengan pisau saat menunggu bus sekolah di kota Suzhou, Provinsi Jiangsu. Akibatnya, seorang perempuan China yang mencoba mencegah pelaku tewas dalam insiden tersebut.

img_title MG Buka Harga ZS Hybrid+, Varian Termurah Dijual Rp299,9 Juta

Selain itu, pada September 2024, seorang anak laki-laki Jepang berusia 10 tahun juga ditusuk hingga tewas saat berangkat ke sekolah di Kota Shenzhen, Provinsi Guangdong.

Kemudian pada Juli 2025, juga di Suzhou, seorang wanita Jepang dan anaknya terluka setelah dipukul dengan benda tumpul.

img_title Raup Rp 2,4 Triliun dari Penerbitan Samurai Bond di Jepang, Surge & Weave Perluas Jaringan FTTH

Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara China-Jepang.

Hubungan antara Beijing dan Tokyo menjadi tegang sejak komentar Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada November 2025 soal setiap tindakan militer China terhadap Taiwan dapat menjadi alasan bagi Jepang untuk mengaktifkan militernya.

img_title Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Kemlu Ungkap Kondisi WNI yang Jadi Korban

China pun membalas dengan sejumlah protes diplomatik dan ekonomi terhadap Jepang.

Ketum PSSI, Erick Thohir dalam acara konferensi pers Indonesia Super Cup 2026 Chelsea vs AC Milan

Ketum PSSI: China Ikut Berebut Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup

China menjadi pesaing Indonesia dalam perebutan status tuan rumah FIFA ASEAN Cup. Erick Thohir mengungkap proses penunjukan masih menunggu keputusan resmi FIFA.

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut