Surah Ali Imran Ayat 13 Dilantunkan Saat Delegasi Arab Saudi Hadiri Pemakaman Ali Khamenei, Sindiran Halus?

Peti Jenazah Ayatollah Ali Khamenei ditampilkan di Grand Mosalla, Teheran.
Sumber :
  • ATTA KENARE / AFP

VoxPop –Prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang berlangsung sejak Jumat lalu menyita perhatian dunia. Salah satu momen yang paling menjadi sorotan adalah ketika delegasi Arab Saudi maju untuk memberikan penghormatan di hadapan peti jenazah Khamenei di Grand Mosalla, Teheran.

img_title Trump Kaji Pungut Rp 1,8 Miliar Buat Mahasiswa Asing yang Ingin Bekerja di AS usai Lulus Kuliah

Saat delegasi Arab Saudi berada di depan peti jenazah, lantunan ayat Al-Qur'an yang mengiringi prosesi itu langsung menarik perhatian. Ayat yang dibacakan adalah Surah Ali Imran ayat 13, yang mengisahkan Perang Badar, yakni pertempuran ketika pasukan Muslim yang jumlahnya jauh lebih sedikit dan memiliki persenjataan terbatas berhasil mengalahkan pasukan yang jauh lebih besar atas kehendak Allah.

Melansir laman Middle East Eye, Senin 6 Juli 2026, banyak pihak menilai pemilihan ayat tersebut merupakan isyarat terhadap apa yang kini semakin sering disebut sebagai kemenangan Iran atas Amerika Serikat dan Israel dalam perang melawan negara itu.

img_title Stok Rudal AS Dilaporkan Berkurang

Perang Badar sendiri terjadi pada tahun 624 M di wilayah yang kini menjadi bagian dari Arab Saudi. Pertanyaannya kemudian, apakah pembacaan ayat itu dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan, sindiran, atau bahkan keduanya. Jelasnya, pemilihannya tampaknya bukanlah sebuah kebetulan.

Jika dimaknai secara positif, ayat tersebut mengingatkan pada salah satu kemenangan pertama dalam sejarah Islam sekaligus menjadi simbol memori peradaban yang sama-sama dimiliki Teheran dan Riyadh.

img_title Intelijen AS Sebut China 'Miliki' Data 220 Juta Pemilih Pemilu

Namun, di sisi lain, Iran tidak hanya berhasil bertahan dari perang, tetapi juga dinilai keluar dari konflik tersebut dalam posisi yang lebih kuat. Bahkan, kendali atas Selat Hormuz disebut-sebut semakin mendekati kenyataan.

Sementara itu, Arab Saudi selama perang berlangsung tetap berada di pihak Amerika Serikat, meski dilakukan secara diam-diam. Bahkan, menurut sejumlah laporan, Riyadh juga diduga ikut melancarkan serangan rahasia terhadap Iran.

Jika dilihat dari konteks tersebut, makna ayat yang dibacakan menjadi terasa lebih tajam. Arab Saudi memilih berada di pinggir arena atau bahkan, menurut laporan tersebut, bertindak melawan Iran, sementara Israel berupaya menyeret kawasan ke dalam kehancuran.

Sebaliknya, Iran digambarkan tetap bertahan dan melawan musuh-musuhnya di Teheran, sekaligus menghadapi siapa pun yang dianggap terlalu dekat dengan mereka.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut