Trump Klaim Mojtaba Khamenei '90 Persen Sudah Tidak Ada', Apa Alasannya?

Kolase Foto Mojtaba Khamenei dan Donald Trump
Sumber :
  • Reuters

VoxPop –Situasi antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas. Baru-baru ini presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengklaim bahwa Iran telah kehilangan sebagian besar kemampuan militernya serta para komandan utamanya akibat serangan gabungan militer AS dan Israel sejak akhir Februari lalu.

img_title Hamas Respons Pernyataan Trump: Tidak Ada Pelucutan Senjata Sebelum Israel Mundur dari Gaza

Tak hanya itu saja, dia juga menyebut bahwa pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei kini dalam kondisi yang disebutnya 90 persen sudah tidak ada. Terlebih lagi dirinya tak terlihat hadir dalam prosesi pemakaman sang ayah, Ayatollah Ali Khamenei pekan lalu.

"Mereka sudah tidak memiliki angkatan laut, tidak memiliki angkatan udara, semuanya sudah hancur. Sistem pertahanan udaranya sudah lumpuh. Para pemimpinnya sudah tewas, termasuk para pemimpin terbaik mereka," kata Trump dalam wawancara dengan Fox News dikutip dari laman NDTV, Kamis 16 Juli 2026.

img_title Donald Trump Rilis Pernyataan Lengkap soal Klaim Hamas Sepakat Lucuti Senjata, Israel Masih Bungkam

Trump kembali menegaskan bahwa para pemimpin terbaik Iran telah terbunuh dalam perang tersebut. 

"Mereka sudah tidak ada. Khomeini sudah tidak ada," ujar Trump, menggunakan nama pemimpin Revolusi Iran yang wafat pada 1989, meskipun dari konteks pernyataannya tampak ia merujuk kepada Ali Khamenei, yang disebut tewas pada hari pertama perang, 28 Februari.

img_title Trump Umumkan Kesepakatan Pelucutan Senjata Hamas di Gaza

"Putranya juga sudah 90 persen tidak ada," tambahnya.

Namun, hingga saat ini Trump tidak menjelaskan secara rinci alasan di balik pernyataan tersebut maupun memberikan bukti yang mendukung klaimnya.

Seperti diketahui, Mojtaba Khamenei belum pernah lagi terlihat di hadapan publik sejak 28 Februari, ketika ia dilaporkan mengalami luka dalam serangan Amerika Serikat dan Israel yang juga menewaskan ayahnya. Ketidakhadirannya yang berkepanjangan memicu berbagai spekulasi mengenai kondisi kesehatan dan keberadaannya.

Perang Kembali Memanas

Pernyataan Trump disampaikan ketika Amerika Serikat dan Iran kembali saling melancarkan serangan pada akhir pekan, yang menandai berakhirnya gencatan senjata selama beberapa bulan. Presiden AS itu juga secara resmi telah memberi tahu Kongres bahwa operasi militer terhadap Iran kembali dimulai pekan lalu, setelah ia memerintahkan beberapa gelombang serangan ke sejumlah target di Iran.

Dalam kesempatan terpisah, Trump juga mengisyaratkan bahwa Amerika Serikat akan mulai mengenakan biaya kepada kapal-kapal asing yang ingin melintasi jalur pelayaran dengan aman. Jika diterapkan, kebijakan tersebut akan menjadi perubahan besar dari kebijakan Amerika selama ratusan tahun yang mendukung kebebasan bernavigasi di perairan internasional.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut