Delapan Kejadian Penting di Penjuru Dunia Sepanjang 2015
- REUTERS/Christian Hartmann
Perang saudara yang tak kunjung usai di Suriah membuat warga negara tersebut memilih pergi meninggalkan negaranya. Badan Dunia PBB mencatat, sepanjang 2015, pengungsi Suriah yang memasuki Eropa mencapai jumlah hingga 1.000.537 jiwa.
Sebagian besar pengungsi nekat menyeberangi laut Mediterania dan bertaruh nyawa. Sekitar 3.700 orang menjadi korban keganasan laut. Badan PBB yang mengurus pengungsi, UNHCR, bahkan mengatakan, jumlah pengungsi tahun ini adalah jumlah pengungsi terburuk setelah Perang Dunia ke II.
Salah satu pengungsi yang menjadi korban keganasan laut Mediterania dan menarik simpati dunia adalah Aylan Kurdi. Bocah berusia empat tahun itu ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di pantai Turki. Ia masih mengenakan pakaian lengkap. Aylan, kakaknya, dan ibunya gagal mencapai mimpi mereka, menuju Eropa yang lebih damai dan menjanjikan harapan.
5. Pesawat Rusia Jatuh di Semenanjung Sinai
Pesawat penumpang Rusia, MetroJet Airbus A321 yang terbang dari kawasan wisata Sharm el-Sheikh di Mesir menuju St Petersburg, Rusia, jatuh di Semenanjung Sinai. Seluruh penumpang dan kru tewas. Kelompok ISIS mengaku bertanggungjawab atas jatuhnya pesawat tersebut.
Hasil penyelidikan membuktikan, ada sebuah ledakan yang terjadi di udara, hingga pesawat terbelah dua dan jatuh ke tanah. Dari 224 penumpang dan kru, hanya tiga orang warga negara Ukraina. Sisanya adalah warga Rusia.
6. Serangan Paris
Paris terus menjadi sasaran. Setelah serangan awal tahun terhadap kantor majalah Charlie Hebdo, pada Jumat malam, 13 November 2015, enam titik di kota Paris menjadi sasaran. Aksi penembakan dan bom bunuh diri terjadi dalam waktu yang nyaris bersamaan.
Sebanyak 153 orang tewas, dan ratusan lainnya luka-luka. Presiden Prancis, Francois Hollande langsung mengeluarkan status gawat darurat untuk negaranya. Ia juga menutup semua pintu perbatasan. ISIS mengklaim bertanggungjawab atas serangan tersebut.
7. Ketegangan Rusia - Turki
Menjelang berakhirnya 2015, hubungan Rusia dan Turki berada dalam situasi tegang. Bermula dari sikap Turki yang menembak jatuh pesawat jet tempur milik Rusia, Sukhoi Su-24. Turki mengklaim pesawat tersebut telah melanggar batas udara Turki, namun Rusia bersikukuh, pesawat tersebut masih berada dalam batas wilayah Suriah. Satu pilot pesawat tersebut tewas, sedangkan satu lainnya selamat.
