Soal Sengketa LCS, Indonesia Tak Perlu Ikuti China

Scarborough Shoal, salah satu wilayah sengketa di Laut China Selatan.
Sumber :
  • REUTERS/Planet Labs/Handout via Reuters

VoxPop.co.id –  Terkait sengketa Laut China Selatan antara China dan Filipina yang kini tengah bergulir, Guru Besar Pengamat Internasional, Hikmahanto Juwana, mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia tidak perlu mengikuti imbauan pemerintah China untuk menghentikan proses arbitrase Filipina.

img_title Filipina di Pusaran Konflik Laut China Selatan

Sebelumnya, Pemerintah China, melalui Duta Besar China untuk Indonesia, mengimbau masyarakat internasional untuk sama-sama menegakkan keadilan dan melakukan upaya bersama atas tindakan Filipina di Laut China Selatan. Dalam hal ini, menurut Hikmahanto, Indonesia juga tidak perlu menyetop tindakan arbitrase Filipina.

Hikmahanto menjelaskan, ada tiga keputusan yang bisa terjadi terkait hal ini. Pertama yaitu berpihak pada China yang artinya mendukung keabsahan 9 dashed line. Kedua berpihak pada Filipina, yang artinya bahwa 9-dashed line tidak valid, atau hanya membiarkan hal ini mengambang dan mengakibatkan interpretasi yang tidak jelas.

img_title China soal Latihan Militer Besar-besaran AS-Filipina dan Jepang: Asia Pasifik Butuh Perdamaian

"Secara geopolitik, jika keputusan berpihak kepada Filipina, bisa jadi ketegangan justru semakin meningkat di Laut China Selatan. Hal ini harus diperhitungkan antisipasinya. Selanjutnya di tingkat ASEAN mungkin saat ini belum ada sikap, namun di tingkat negara, keputusan ini harus jelas," kata Hikmahanto dalam Seminar Nasional tentang Klaim 9-Dashed Line Tiongkok di Kampus Salemba UI, Senin, 13 Juni 2016.

Menurut Hikmahanto, konsistensi sikap Indonesia sangat penting atas kondisi 9-Dashed Line atau Sembilan Garis Putus-putus yang menjadi klaim China atas Laut China Selatan. Hal ini tidak saja pada kebijakan, tetapi juga dalam tindakan yang dilakukan pemerintah, baik dari pihak Angkatan Laut, Kementerian KKP dan Kementerian Luar Negeri RI.

img_title FSI Ungkap Tantangan Terbesar ASEAN dalam Menyusun COC Laut China Selatan
Kapal China di Laut China Selatan

FSI Ungkap Potensi Kerugian Triliunan Rupiah Akibat Klaim China di Natuna

Klaim China di Laut China Selatan dinilai tidak hanya memicu persoalan kedaulatan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi bagi Indonesia.

img_title
VoxPop.co.id
25 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut