Buru Teroris, Filipina Tetapkan Siaga Tiga
- Reuters/Romeo Ranoco
Sekretaris Komunikasi Presiden Martin Andanar, mengatakan, masyarakat harus mengambil langkah-langkah pengamanan intensif. "Kami meyakinkan masyarakat bahwa tidak akan ada gangguan dalam kehidupan normal mereka, bahkan meski kami telah menaikkan tingkat keamanan," ujar Andanar seperti dikutip dari Manila Buletin, Kamis, 1 Desember 2016.
"Tidak ada perubahan dalam cara mereka bekerja, atau melakukan bisnis karena sekarang negara ini berada dalam keadaan darurat nasional kekerasan," dia melanjutkan.
Andanar menambahkan, pihaknya telah menambah dan menempatkan sejumlah personel untuk berjaga-jaga di lokasi yang disinyalir rawan di Metro Manila. Langkah-langkah keamanan tambahan yang dilakukannya yaitu pemeriksaan intensif di pos-pos, kegiatan intelijen dan operasi penegakan hukum.
"Tidak ada keamanan yang sempurna. Yang lebih penting adalah pemerintah telah berhasil melucuti Improvised Explosive Device (IED) yang bisa mendatangkan malapetaka bagi kehidupan rakyat kita," kata Andanar.
Menurutnya, masyarakat masih dapat menjalankan aktivitas seperti biasa, meskipun pemerintah Filipina memutuskan untuk meningkatkan peringatan teror siaga tiga di seluruh negeri. Dia menjelaskan, ditetapkannya siaga tiga peringatan teror ini berkaitan dengan keputusan Presiden Duterte sejak negara berada dalam keadaan darurat, karena kekerasan tanpa hukum di Mindanao pada September lalu.
Kelompok Maute telah lama menjadi target operasi militer di Butig setelah menduduki daerah dan bangunan di wilayah tersebut sepekan lalu. Mereka menjalankan aksi teror berkelanjutan dengan mengibarkan bendera ISIS untuk menandai wilayah baru mereka.
Sebelumnya, pada 2 September lalu, Kota Davao diserang bom oleh sekelompok orang yang mengaku sebagai kelompok Abdullah Maute yang mana merupakan mantan anggota Moro Islamic Liberation Front (MILF). Tragedi pasar malam tersebut diketahui menewaskan 14 orang dan melukai lebih dari 60 lainnya.
