Buru Teroris, Filipina Tetapkan Siaga Tiga

Direktur Polisi Nasional Filipina Ronald dela Rosa saat memaparkan temuan bom di dekat Kedubes AS di Manila, Senin, 28 November 2016.
Sumber :
  • Reuters/Romeo Ranoco

Sekretaris Komunikasi Presiden Martin Andanar, mengatakan, masyarakat harus mengambil langkah-langkah pengamanan intensif. "Kami meyakinkan masyarakat bahwa tidak akan ada gangguan dalam kehidupan normal mereka, bahkan meski kami telah menaikkan tingkat keamanan," ujar Andanar seperti dikutip dari Manila Buletin, Kamis, 1 Desember 2016.

img_title Terduga WNI Jadi Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Filipina

"Tidak ada perubahan dalam cara mereka bekerja, atau melakukan bisnis karena sekarang negara ini berada dalam keadaan darurat nasional  kekerasan," dia melanjutkan.

Andanar menambahkan, pihaknya telah menambah dan menempatkan sejumlah personel untuk berjaga-jaga di lokasi yang disinyalir rawan di Metro Manila. Langkah-langkah keamanan tambahan yang dilakukannya yaitu pemeriksaan intensif di pos-pos, kegiatan intelijen dan operasi penegakan hukum.

img_title Masjid di Filipina Selatan Dibom, Dua Orang Tewas

"Tidak ada keamanan yang sempurna. Yang lebih penting adalah pemerintah telah berhasil melucuti Improvised Explosive Device (IED) yang bisa  mendatangkan malapetaka bagi kehidupan rakyat kita," kata Andanar.

Menurutnya, masyarakat masih dapat menjalankan aktivitas seperti biasa, meskipun pemerintah Filipina memutuskan untuk meningkatkan peringatan teror siaga tiga di seluruh negeri. Dia menjelaskan, ditetapkannya siaga tiga peringatan teror ini berkaitan dengan keputusan Presiden Duterte sejak negara berada dalam keadaan darurat, karena kekerasan tanpa hukum di Mindanao pada September lalu.

img_title Polri Selidiki WNI yang Diduga Kemudikan Bom Mobil di Filipina

Kelompok Maute telah lama menjadi target operasi militer di Butig setelah menduduki daerah dan bangunan di wilayah tersebut sepekan lalu. Mereka menjalankan aksi teror berkelanjutan dengan mengibarkan bendera ISIS untuk menandai wilayah baru mereka. 

Sebelumnya, pada 2 September lalu, Kota Davao diserang bom oleh sekelompok orang yang mengaku sebagai kelompok Abdullah Maute yang mana merupakan mantan anggota Moro Islamic Liberation Front (MILF). Tragedi pasar malam tersebut diketahui menewaskan 14 orang dan melukai lebih dari 60 lainnya.

Ilustrasi - Tim SAR melakukan pencarian korban kecelakaan kapal

Tiga Kapal Terbalik di Laut Filipina, 11 Orang Tewas

Tiga orang dilaporkan hilang.

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2019
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut