PM Kanada: Penembakan di Quebec adalah Teror Bagi Muslim
- Reuters/Matheau Bellanger
Sejumlah jemaah mengaku mereka kini sudah merasa tak aman. "Kami tak tenang lagi di sini," ujar Mohammed Oudghiri. Ia biasanya selalu melakukan salat di masjid tersebut. Ia mengaku sudah tinggal selama 42 tahun di Kanada, namun baru kali ini berpikir untuk kembali ke Maroko, negara asalnya.
Zebida Bendjeddou yang meninggalkan masjid lebih cepat mengatakan masjid itu sudah beberapa kali menerima ancaman. "Tapi kami tak pernah menganggapnya secara serius. Namun kali ini, ancaman mereka malah terbukti," ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota New York Bill de Blasio meminta polisi untuk mengetatkan penjagaan di seluruh masjid, tak lama setelah terjadi penembakan di Quebec. "Seluruh warga New York harus waspada. Jika Anda melihat sesuatu, katakan sesuatu," ujarnya melalui akun Twitternya.
