RI-Jepang Bahas Infrastruktur Pelabuhan di Sela KTT ASEAN

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe dengan Presiden Joko Widodo, saat bertemu di Istana Bogor, Jawa Barat, Minggu, 15 Januari 2017.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

VoxPop – Rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) di Vietnam, sudah berakhir akhir pekan lalu. Presiden Joko Widodo dalam KTT APEC itu di antaranya menekankan pentingnya menjadikan laut sebagai pusat pembangunan ekonomi bagi negara-negara anggotanya. 

img_title Di KTT APEC, Jokowi Ingatkan Rantai Pasok Dunia Harus Lebih Merata

Setelah mengikuti rangkaian KTT APEC di Vietnam, Presiden Joko Widodo kemudian bertolak ke Manila. Di ibu kota negara Filipina itu, Presiden Jokowi menghadiri KTT ke-31 ASEAN.

Selain para pemimpin ASEAN, pertemuan tingkat tinggi itu di antaranya juga dihadiri Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, hingga Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang.

img_title Hadiri KTT APEC, Jokowi Singgung Fondasi Kebersamaan Melemah

Dikutip dari laman setkab.go.id, di sela KTT ASEAN itu, Presiden Jokowi juga bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. Dalam pertemuan itu, kedua kepala negara di antaranya juga menyinggung soal infrastruktur pelabuhan.

Menurut Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi usai mendampingi Presiden Jokowi bertemu dengan PM Shinzo Abe, pemerintah Jepang menyampaikan komitmennya untuk terus berpartisipasi dalam proyek-proyek infrastruktur seperti Pelabuhan Patimban. Selain itu, Negeri Sakura menyoroti proyek terowongan MRT, terowongan untuk tol Sumatera, dan sejumlah proyek infrastruktur lainnya.

img_title Anindya Bakrie Tegaskan Ekualitas Gender Krusial Dorong Ekonomi

Komitmen Jepang, yang di antaranya menyasar proyek infrastruktur pelabuhan itu, sejalan dengan pembangunan Poros Maritim di era Jokowi. Bahkan, pemerintah RI di forum KTT APEC di Vietnam sangat menekankan pembangunan kelautan tersebut.

Laut sebagai pusat pembangunan ekonomi bisa diwujudkan melalui investasi infrastruktur laut, integrasi, dan pengamanan jaringan transportasi laut. Selain itu, pembangunan maritim tersebut mencakup kegiatan ekonomi berbasis kelautan dan pemanfaatan sumber daya kelautan yang berkelanjutan.

Dikutip dari situs Kantor Staf Presiden, ksp.go.id, pembangunan Poros Maritim di antaranya memang ditujukan untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Tol laut dan pengintegrasian moda transportasi logistik diharapkan mampu dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Terutama untuk mengendalikan kebutuhan harga kebutuhan bahan pokok.

Tahun 2017, pemerintah pun menyebut sebagai tahun kerja bersama. Upaya itu untuk menjadikan pemerataan ekonomi yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sementara itu, dalam rangkaian pertemuan negara-negara APEC 2017 di Da Nang, Vietnam, dilangsungkan pula agenda “Dialog Kerja Sama Bisnis Antara Indonesia dan Vietnam” pada Sabtu, 11 November 2017.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut