Tentara Serang Polsek Ciracas, Eks Kabais Singgung 'Negara Kepolisian'

Pascapenyerangan Polsek Ciracas
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha

VoxPop – Eks Kepala BAIS (Kabais) TNI Laksda TNI (Purn) Soleman B.Ponto menyebutkan bahwa saat ini para prajurit bintara dan tamtama TNI sudah berbeda dan tidak bisa lagi dipandang ibarat robot yang hanya menjalankan perintah.

img_title Andi Widjajanto: Tentara Harus Jago Nyetir Tank-Tembak Rudal, Bukan Urus Jagung!

"Sekarang kita enggak bisa lagi berpikir mereka adalah robot," ucap Soleman dalam acara diskusi Indonesia Lawyers Club di tvOne dengan tema "Tragedi Ciracas Mengapa Terulang Kembali" pada Selasa malam, 1 September 2020.

Kini menurut dia, para prajurit berpikir dengan sangat berbeda dan tidak melulu menjalankan perintah saja. Hal itu diungkapnya sebagai hasil dia berbincang-bincang dengan sejumlah anggota prajurit beberapa waktu sebelumnya.

img_title Prabowo: Tentara dan Polisi Butuh Gaji yang Baik Supaya Nggak Meras Rakyat

Meski dirinya merupakan purnawirawan kata Soleman, masih ada prajurit bintara dan tamtama TNI yang kadang-kadang mendatanginya sekadar untuk berbincang-bincang. Dari sana dia paham bahwa cara berpikir generasi mereka sudah berbeda. Dalam perbincangan itu bahkan dari mereka ada yang bertanya apakah NKRI masih ada.

Sebagai contoh, para prajurit bintara dan tamtama itu menyebut Pindad adalah kebanggaan mereka selama ini. Namun sayangnya kata dia kini industri strategis itu dipimpin oleh figur yang berasal dari Kepolisian. Mereka lalu merasa ada pride yang hilang. Belum lagi banyak jabatan bagus yang diisi pejabat polisi namun tidak demikian untuk yang berasal dari TNI.

img_title Jadi Pemain Kunci Persib Bandung, Adam Alis Ungkap Kisah Saat Nyaris Tinggalkan Sepak Bola dan Jadi Tentara

"Mereka nanya apa NKRI masih ada? Saya jawab tentu ada. Mereka bilang yang ada negara Kepolisian," kata dia.

Baca juga: Jenazah Anak Reaktif Corona Dijemput Paksa Keluarga Pakai Sepeda Motor

Militer Denmark di Greenland

Denmark Kirim Ratusan Tentara Wajib Militer ke Greenland

Hal itu dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik serta pernyataan Presiden AS Donald Trump yang ingin menjadikan Greenland bagian dari AS.

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut