Uang Rp25 Ribu Bongkar Kelakukan Bejat Paman Perkosa Keponakan
- U-Report
VoxPop – Kasus pemerkosaan anak usia 9 tahun yang dilakukan oleh pamannya Edi Warman, di kawasan Setiabudi Jakarta Selatan, berawal dari kecurigaan orang tua korban yang melihat anaknya yang miliki uang Rp25 ribu.
Orang tua korban N (47) yang dikonfirmasi awak media mengaku tidak pernah memberikan uang tersebut kepada anaknya. N kemudian menanyakan dari mana asal uang itu.
"Saya tak pernah ngasih uang sebanyak itu. Lalu anak saya bilang ini dari pamannya, dari situlah saya berkesimpulan segala macam, di pikiran saya, hati saya, karena si pelaku tidak pernah ngasih uang ke anak saya," ujar N dikonfirmasi, Selasa, 11 Januari 2022.
Orang tua korban kemudian curiga atas pelaku yang memberikan uang kepada anaknya. Dalam hal ini orang tua korban pun tidak bisa berpikir jernih terkait pelaku sebelumnya pernah melakukan tindakan asusila kepada korban yang kemudian diselesaikan secara kekeluargaan.
"Saya yakin bahwa anak saya diapa-apain sama dia. Pas saya sampai rumah saya tanya anak saya, anak saya menangis, menangis sekali. Takut kali dia," ujar orang tua korban.
N mengaku setelah anaknya mengatakan bahwa anaknya diberikan uang oleh korban, N kemudian memeriksa kemaluan korban, N pun menangis mendapati kemaluan korban.
"Ya udah saya inisiatif, 'Dedek tiduran, Ibu mau lihat kemaluannya'. Benar," ujarnya.
Selanjutnya atas temuan dan pengakuan korban tersebut, N mengaku mengajak anaknya yang menjadi korban untuk membuat laporan ke Mapolsek Setiabudi Jakarta Selatan.
"Langsung saya mau lapor polisi. Saat itu sudah sore, jadi tidak bisa lapor. Akhirnya besok pagi hari Kamis jam 10 saya berangkat ke Polsek,” ujarnya.
Pelaku Ditangkap
Sementara itu, Kapolsek Metro Setiabudi Kompol Beddy Suwendi mengatakan, berdasarkan pengakuan tersangka yang sudah diamankan, aksi tindakan senonoh tersebut diketahui dilakukan tersangka terakhir kali pada Senin 3 Januari 2022 sekitar pukul 13.00 WIB.
"Korban telah menjadi korban persetubuhan yang dilakukan oleh pamannya sendiri bernama E," ujarnya.
Saat kejadian diketahui pelaku saat itu sedang ada di rumah korban. Pelaku pun dengan leluasa masuk ke rumah korban lantaran masih dalam bagian keluarga besar.
