Fakta Predator Seksual Bantul Incar Anak-anak, Modus Video Call

Pelecehan seksual.
Sumber :
  • Istimewa

VoxPop Kriminal – Predator seksual incar anak-anak di Bantul dengan modus ajak korban video call dan pamer kelamin. Polisi langsung gerak cepat dan telah mengungkap kasus predator seks terhadap anak di Bantul, DIY. 

img_title Sederet Manfaat Program MBG, Jumlah Siswa Kelaparan Berkurang hingga Meningkatnya Kualitas Gizi Anak-anak

Setidaknya 3 orang siswi di bawah umur dikabarkan telah menjadi korban kejahatan asusila, pornografi dan eksploitasi seksual oleh seorang pemuda asal Klaten Jawa Tengah, berinisial FAS.

Kronologi kasus terungkap

img_title Bikin Geram! Trump Pamer Berhasil Habisi Militer Iran di Depan Anak-anak

Kasus ini terungkap bermula ketika Bhabinkamtibmas Desa Argosari Sedayu Bantul mendapatkan informasi dari orangtua murid. Pada 21 Juni lalu, Bhabinkamtibmas menerima laporan dari guru dan orang tua siswa sebuah sekolah di wilayahnya. Orangtua murid dan guru tersebut menceritakan anak didik mereka dihubungi orang tak dikenal.

Modusnya, pelaku FAS mengajak korban video call via aplikasi chatting dan menunjukkan alat kelaminnya. Anak-anak yang rata-rata berusia 10 tahun tersebut kaget dan kemudian menangis. Lalu mereka menceritakan kejadian itu kepada guru dan orangtua masing-masing.

img_title Di Forum Belajaraya Jakarta, Menkomdigi Tekankan Pentingnya Kesiapan Anak Hadapi Era Digital

Dalam aksinya, pelaku mengaku sebagai teman sebaya atau kakak kelas. Agar korban yakin, biasanya pelaku biasanya mengenakan foto orang lain yang korban kenal atau membuat identitas palsu.

Identitas pelaku predator seksual terungkap

Mendapat informasi tersebut, Tim Cyber Polda DIY langsung melakukan penyelidikan. Mereka berhasil mengidentifikasi pelaku dan bergerak cepat memburu keberadaan pelaku FAS. Tak butuh waktu lama, polisi akhirnya behasil membekuk pelaku. 

"Pelaku ternyata seorang pria berinisial FAS alias Bendot, 27. Kami buru dia dan kami tangkap di Klaten,"kata Direskrimsus Polda DIY Kombes Pol Roberto G.M. Pasaribu, dikutip dari tvonenews pada Senin, 11 Juli 2022.

Polisi juga menyita barang bukti yaitu 2 unit ponsel yang digunakan oleh pelaku dalam melancarkan aksi bejatnya itu. Hingga kini polisi masih melakukan pengembangan kasus lebih lanjut. 

Dikabarkan jika pihak kepolisian telah mendatangkan psikolog untuk memulihkan kondisi psikologis anak-anak yang menjadi korban kejahatan child grooming tersebut agar tidak berdampak buruk pada psikologi mereka ke depannya.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta

Dede Yusuf: LGBT Merusak Generasi Anak-anak

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf menyatakan sepakat dengan keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menetapkan LGBT sebagai ancaman nonmiliter.

img_title
VoxPop.co.id
8 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut