Kasus Perdagangan Anak Asal Malaysia Dibongkar, Modusnya Adopsi

Ilustrasi pelaku perdagangan anak.
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Ayatullah Humaini

VoxPop Kriminal – Kasus perdagangan anak dengan modus adopsi di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) akhirnya dibongkar Polisi. Dari hasil penyelidikan, polisi mengamankan tiga orang pelaku yang masing-masing inisial S (50), RJ (36), dan RL (49).

img_title Timnas Malaysia Dihantam Kabar Buruk Jelang Laga Penentuan Piala AFF 2026

Kasat Reskrim Polres Pinrang, AKP Muhalis menuturkan bahwa ketiga pelaku yang diamankan karena telah melakukan perdagangan anak asal Malaysia yang modusnya dengan menampung anak, namun tanpa dokumen keterangan lahir.

"Jadi yang kita dapati itu ada empat anak yang sudah ditampung yang katanya dibawa dari Malaysia dan diakui sebagai anak angkat atau sudah diadopsi dari sana (Malaysia)," ujar AKP Muhalis saat dikonfirmasi,  Selasa 9 Agustus 2022.

img_title Kasus Kopilot Selundupkan Ekstasi ke Indonesia Dibahas dalam Rapat Kabinet Malaysia

Korban perdagangan anak.

Photo :
  • Ngadri/VoxPop.

Muhalis menjelaskan bahwa ketiga pelaku perdagangan anak ini dibekuk setelah adanya laporan warga yang dicurigai telah menampung empat balita asal Malaysia. Adapun keempat balita yang diadopsi tersebut yakni inisial MF (3), PUP (2), PUS (2), dan MFE (1).

img_title Alasan Thailand Belum Pasti Lolos ke Semifinal Piala AFF 2026 meski Sukses Gilas Filipina 1-0

Muhalis menyebut, bahwa aksi pelaku ini dibantu babysitter yang sebelumnya merawat empat anak tersebut di Malaysia. Sehingga mereka mendatangkan keempat anak tersebut ke Indonesia melalui jalur udara ke Kabupaten Pinrang.

"Jadi ada babysitter sebelumnya yang bawa dari Malaysia dan empat anak itu dijemput di Bandara Sultan Hasanuddin menuju ke Kabupaten Pinrang," ungkapnya.

Keempat balita itu, lanjut Muhalis, mereka bawa dari Malaysia dalam kurun waktu yang berbeda. MF dibawa dari Malaysia dua tahun yang lalu. Sementara MFE, PUS, dan PUP dibawa dari Malaysia kurang lebih sebulan yang lalu ke Pinrang.

"Waktu anak ini didatangkan berbeda. Balita ini ada juga yang kembar yakni PUS dan PUP. Keduanya memiliki keturunan Philipina-Melayu," katanya.

Dari hasil interogasi, pelaku RL mengakui mengadopsi PUS dan PUP sebab orang tua anak tersebut meninggal dunia dan masih memiliki hubungan keluarga dengan istrinya. Sementara MFE yang memiliki perawakan China diakui RL dia temukan balita itu di depan rumahnya dalam keadaan masih terlilit tali pusar. Adapun untuk balita MF yang katanya keturunan Medan diakui RL bahwa balita itu diserahkan oleh orang tuanya sebelum meninggal dunia kepada dirinya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut