Heboh Pelecehan Seksual di Gundar Begini Akhirnya
- Poverty Action Lab
“Nah dia nanya aku dimana, jadi aku jawab aja aku di kampus E. Tadinya aku mau ketemuan di ilong, tapi ngga jadi karena aku udah balik ke Kampus G lagi. Di jam 11.40 dia chat lagi dan mau nemuin aku di kampus G. Aku mikir yaudalah ya ketemuan masih di lingkungan kampus dan itu masih banyak orang-orang lalu-lalang. Jam 12.01 dia sampai di Kampus G, tepatnya depan koridor kelas aku di G 112,” imbuhnya.
Saat itu, korban dan pelaku hanya berbincang soal kuliah dan pertemanan di lingkungan kampus. Namun, beberapa waktu kemudian, pelaku beranjak ke toilet yang berada di bawah tangga. Lalu pelaku memanggil korban.
“Terus dia manggil aku. Disaat itu aku mikir mungkin dia mau tanya, di mana toiletnya cewek atau cowok karena ngga ada tandanya (yang membedakannya),” pungkas akun tersebut.
“Tapi tiba-tiba dia dorong aku ke tembok ujung banget yang sepi, terus nyosor gitu bibirnya. Otomatis aku tepis (dorong dia ke belakang) sambil bilang ‘apaan si g*bl*k ngga jelas banget t*l*l’, tapi dia bilang ‘sekali-kali aja’ sambil tangannya meragakan angka 1 gitu,” tandasnya.
Usai reaksi penolakan dari korban, pelaku kemudian dihakimi secara massa. Rekaman video yang beredar viral di media sosial yang memperlihatkan, pelaku tampak disiram air, ditelanjangi, hingga dipaksa minum air kencing dalam botol oleh seorang wanita.
Informasi yang didapat dari akun Instagram @anakgundardotco, pelaku berinsial TPP dan 1M21 Ilmu Komunikasi Angkatan 2022. Rupanya korban dari TPP ini tidak hanya satu. Saat ini diketahui bahwa korban yang terdata sebanyak 3 korban.
Korban pertama merupakan mahasiswi jurusan lain. Sementara dua korban lainnya merupakan mahasiswi yang sekelas dengan pelaku.
