Biadab! Guru ASN dan Anaknya di Medan 'Kompak' Perkosa ABG hingga Hamil
- Attila Szilvasi/Daily Mail Australia
Ilustrasi pelaku
- ANTARA FOTO/Umarul Faruq
Feriana mengatakan dari hasil pemeriksaan, diketahui dua pelaku memperkosa korban di rumah dengan waktu yang berbeda.
"MRD mengakui bahwa ia mendapatkan informasi bahwa anaknya mencabuli korban. Namun ia, tidak pernah mengetahuinya secara langsung," lanjut Feriana.
"MRD melakukan pemerkosaan terhadap korban pada malam hari, ketika istrinya sedang tidur," tutur Feriana.
Saat mengetahui kondisinya hamil, korban sangat terpukul. Sebelumnya, korban mengira perutnya membesar karena pola makan yang tidak terkontrol dan minum air dingin.
Rasa takut pun menyelimutinya. Ia menyadari rahasia yang digenggamnya selama ini akan terbongkar, khususnya kepada istri MRD.
"Awalnya, korban tidak ingin membuka kasus ini karena ia khawatir akan dampaknya terhadap biaya sekolah yang selama ini ditanggung oleh istri MRD," ujar Feriana.
Namun, dia mengatakan setelah kejadian biadab itu terbongkar, keluarga berembuk untuk mencari solusi. "Keluarga berkumpul dan istri MRD berjanji untuk menikahkan korban dengan anaknya, yaitu SNH," ungkap Feriana.
Tapi, kondisi korban diduga stres lantaran mengetahui hamil. Bahkan, korban pernah berpikir untuk bunuh diri.
Feriana mengungkap korban sempat menolak apa yang dialaminya dilaporkan ke polisi. Namun, pihak sekolah melakukan kordinasi dengan Polda Sumut. Polisi lalu melakukan penyelidikan hingga menangkap MRD.
Dia menambahkan saat ini petugas kepolisian bersama pihak sekolah menetapkan korban di rumah aman, sembari dilakukan pemantauan kesehatan dan kehamilannya.
"Sejauh ini, kondisi korban sudah sedikit membaik," jelas Feriana.
