Kisah Ahok di Bui Dapat Uang Miliaran saat Istri Selingkuh
- ANTARA FOTO/Ubaidillah
VoxPop – Sudah hampir satu tahun Basuki Tjahaja Purnama mendekam di tahanan Markas Korps Brimob Kelapa Dua, Kota Depok, Jawa Barat, sebagai terpidana perkara penistaan agama sesuai putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, pada 2017.
Selama Ahok resmi dijebloskan ke penjara, banyak masyarakat yang ingin tahu kabar mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Apa yang dilakukannya selama di bui?.
Kabar tentang kondisi Ahok baru ramai lagi pada awal bulan Februari 2018, yakni ketika tim penasihat hukumnya mengajukan permohonan Peninjauan Kembali atau PK ke Mahkamah Agung. Dan kemunculan kabar tak sedap soal bahtera rumah tangganya dengan Veronica Tan yang terancam pecah.
Hal itu diketahui setelah Ahok melayangkan gugatan perceraian terhadap Veronica ke PN Jakarta Utara. Pemicunya, seperti diungkapkan penasihat hukum sekaligus adiknya, Fifi Lety Indra, yakni ada hubungan asmara terlarang alias perselingkuhan yang dilakukan Veronica dengan pria bernama Julianto Tio.
Hingga saat ini, proses gugatan perkara perceraian itu masih berlangsung dan sudah sampai pada persidangan kelima, yang dilaksanakan pada Rabu, 28 Februari 2018.
Selain menceritakan tentang berbagai hal yang terjadi di ruang sidang, Fifi juga mengungkapkan tentang kehidupan Ahok selama berada di penjara. Fifi menuturkan, meski diterpa banyak masalah, mulai dari masalah hukum sampai rumah tangga, ternyata Ahok tetap tenang dan sabar menjalani kesehariannya.
Baca: Dua Tahun Disimpan Ahok, Ini Bukti Selingkuhan Veronica
![]()
Bahkan, di tengah cobaan yang datang bertubi-tubi itu, ada keberuntungan yang didapatkan Ahok. Di dalam penjara harta kekayaan Ahok malah semakin bertambah. Bahkan, dia sudah menghasilkan uang miliaran rupiah.
Fifi mengatakan, dalam setiap hari Ahok bisa mengantongi uang paling sedikit Rp30 juta. Uang itu didapatkan Ahok bukan dari pemberian orang. Tapi dari hasil menandatangani buku tentang kehidupannya yang berjudul 'Ahok di Mata Mereka'.
Buku itu, kata Fifi, dalam sehari bisa terjual sebanyak 50 buah dengan harga paling murah Rp750.000 untuk setiap buku.
"Bapak dapat uang banyak dari buku. Lebih kaya sih di penjara," ujar Fifi.
