Sempat Tegang, FPI dan Tempo Akhirnya Berdamai
- VoxPop/Anwar Sadat
Massa FPI terlihat kurang puas dan memaksa Arif untuk meminta maaf atas karikatur tersebut. Bahkan, masa yang ada di atas mobil komando sempat meneriaki di depan muka Arif untuk meminta maaf, dan ada juga diantaranya yang mencabut kacamata Arif dan melemparkannya ke bawah.
"Kita jangan bubar dulu, sebelum dia (Arif) meminta maaf," kata salah satu massa yang ada di atas mobil komando.
Karena hal tersebut, Arif akhirnya memenuhi keinginan masa aksi. "Jadi gini, kerja Jurnalistik itu, menyimpan dhoif-nya. Kalau satu majalah Tempo menimbulkan ketersinggungan, saya meminta maaf," ujarnya.
Ucapan tersebut akhirnya dapat diterima oleh masa aksi. Mereka melanjutkannya dengan salawat dan secara teratur membubarkan diri.
Perwakilan massa FPI dari Sekjen Persaudaraan Alumni 212, Ustaz Bernard Abdul Jabar mengatakan, masalah ini sudah selesai. "Seperti yang kita sampaikan tentang konten dari apa yang disampaikan oleh pihak Tempo Grup, maka Insya Allah permasalahannya ini akan menjadi clear," ujarnya saat selesai mediasi.
Pihaknya telah menyampaikan somasi kepada Tempo untuk segera diterbitkan. Jika tidak diterbitkan, mereka akan kembali mendatangi kantor Tempo. Mereka berharap, Tempo tak mengulangi kesalahan serupa.
"Kita lihat besok diterbitkan atau tidak. Tetapi, kalau tidak diterbitkan, ya kita akan datang lagi," ujarnya.
