Pengakuan Warga Korban Pemukulan Eksekusi Kompleks Kostrad

Gisni (20) warga perumahan Kostrad Tanah Kusir korban kekerasan aparat
Sumber :
  • VoxPop/Foe Peace

VoxPop – Warga perumahan dinas Kodam Jaya Tanah Kusir, Gisni (20), menceritakan perlakuan aparat TNI saat melakukan eksekusi pengosongan rumah dinas bagi prajurit TNI AD yang telah pensiun. Gisni mengaku sempat menjadi korban kekerasan aparat saat eksekusi rumah.

img_title Bakar Ban di Kompleks Kodam, Polisi Amankan 4 Orang

Saat aksi protes warga terjadi pagi tadi, ia bermaksud menolong kakeknya, M Suhaemi, yang diduga menjadi korban pemukulan oleh oknum anggota TNI. Gisni bergegas menolongnya sebelum makin parah.

"Saya bantuin kakek saya ditendang dadanya TNI, saya bangunin dia," ujar dia di lokasi, Rabu 9 Mei 2018.

img_title Kodam Jaya Tegaskan Eksekusi di Tanah Kusir Sesuai Aturan

Menurut Gisni, saat itu memang tengah riuh. Aksi bakar-bakar ban yang dilakukan warga ternyata tak bisa menghalangi proses eksekusi. Ia berhasil menolong sang kakek dan dievakuasi ke lokasi lain.

Tapi, tak lama berselang tiba-tiba saja Ia menjadi sasaran tindak kekerasan oknum aparat. Gisni mengaku mengalami kekerasan lebih parah dari yang dialami kakeknya. "Pas kakek saya sudah bangun, saya dihajar sepatu, pentungan, tangan," ujarnya.

img_title Eksekusi Kompleks Kodam, Warga Tak Lagi Melawan

Bahkan, aksi kekerasan yang diterimanya berlanjut. Ia sempat dibawa oleh oknum aparat ke selokan dan mendapatkan tindak kekerasan lagi. "Di situ dibawa ke got malah dihajar lagi," ucapnya.

Wajah Gisni babak belur. Dia mengalami luka memar di bagian kaki kiri, tiga jahitan di bagian pelipis mata sebelah kiri, dan empat jahitan di bagian kepala bagian kiri. Gisni sempat dilarikan ke Puskesmas Kebayoran Lama.

"Setelah dihajar di got, dibawa ke puskesmas oleh kakek," kata dia lagi.

Perumahan Kostrad Tanah Kusir dieksekusi aparat

Terpisah, Asisten Logistik Kodam Jaya, Kolonel Czi Tri Hascaryo membantah adanya aksi pemukulan saat eksekusi pengosongan rumah dinas Kodam Jaya Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Rabu 9 Mei 2018 pagi.

Menurutnya, memang sempat terjadi gesekan antara warga dan aparat TNI di lokasi. Tapi tidak ada aksi pemukulan yang dilakukan anggotanya.

"Ah enggak ada itu. Ada pelemparan batu aja dari masyarakat. Namanya juga mereka lagi emosi," kata Kolonel Tri di lokasi.

Dia menegaskan eksekusi lahan dilakukan telah sesuai dengan prosedur yang ada. Mulai dari pengeluaran surat pertama hingga terakhir.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut