Deretan Musuh John Kei, Mulai dari Basri Sangaji Hingga Nus Kei
- Tangkapan layar
VoxPop – Nama John Refra alias John Kei kembali menjadi sorotan publik pada pekan kemarin setelah polisi menangkap dia beserta anak buahnya, karena kasus penyerangan dan perusakan di Cengkareng, Jakarta Barat serta Kota Tangerang, Banten.
Penangkapan ini berselang tidak sampai setahun pasca-John Kei bebas pada Desember 2019 lalu. Diketahui, sejak tahun 2004, John Kei memiliki rekam jejak permusuhan dengan kelompok lain, yang tak jarang menimbulkan korban luka ataupun korban jiwa.
Dihimpun dari berbagai sumber, berikut sejumlah musuh John Kei:
1. Basri Sangaji
Pada Maret 2004, John Kei berseteru dengan Basri Sangaji. Saat itu, massa dari Basri Sangaji dan John Kei terlibat bentrok di Diskotek Stadium, Tamansari, Jakarta Barat.
Sebelum peristiwa itu terjadi, John Kei sempat diserang terlebih dahulu oleh massa Basri Sangaji hingga tiga jari tangannya kaku dan tak bisa digerakkan.
Pada 12 Oktober 2004, nama John Kei kembali dikaitkan dengan Basri Sangaji. Basri Sangaji tewas ditembak di bagian dada saat berada di kamar 301 Hotel Kebayoran Inn, Jakarta Selatan.
Di dalam kasus ini, John Kei lolos dari jeratan hukum karena tidak terbukti terlibat atas kematian Basri Sangaji.
2. Charles Refra dan Remi Refra
John Kei bersama adiknya, Tito Refra, ditangkap oleh aparat polisi Brimom dan Densus 88 di Desa Ohojiang, Kota Tual, Maluku, pada 11 Agustus 2008. Mereka ditangkap karena diduga menganiaya dua pemuda yakni, Charles Refra dan Remi Refra.
Saat itu, rencana persidangan akan digelar di Maluku. Namun, karena ada ancaman dari para loyalis John Kei, akhirnya sidang digelar di Pengadilan Negeri Surabaya. John Kei dan Tito Refra pun harus mendekam 8 bulan di bui akibat kasus ini.
3. Thalib Makarim
Perseteruan antara kelompok John Kei dan massa Thalib Makarim dari Flores terjadi ketika bentrokan di kelab Blowfish pada 4 April 2010. Akibat bentrokan itu, dua anak buah John Kei tewas.
Kisruh antara kelompok John Kei dengan massa Thalib Makarim kembali berlanjut saat persidangan kasus Blowfish di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 29 September 2010.
Pada bentrok yang disertai dengan suara tembakan dan dikenal dengan peristiwa 'Ampera Berdarah' itu, dua loyalis John Kei tewas dan seorang sopir Kopaja turut menjadi korban dari kerusuhan tersebut.
