Dibanding Pesawat, Benarkah Bioskop Lebih Aman dari COVID-19?

Pekerja memasang tanda jaga jarak saat simulasi pembukaan dan peninjauan tempat hiburan bioskop. (Foto ilustrasi)
Sumber :
  • ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

VoxPop – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan segera mengizinkan operasional bioskop yang sebelumnya ditutup karena pandemi COVID-19. Pembukaan bioskop di masa pandemi ini tentu dengan penerapan ketat protokol kesehatan dan evaluasi secara bertahap dari pemerintah DKI.

img_title Pertama Kali Sejak Pandemo Covid-19, China Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

Pembukaan bioskop ini diklaim karena penyebaran COVID-19 di DKI Jakarta relatif terkendal. Sehingga, bioskop dibuka paling terakhir dibanding tempat atau fasilitas publik maupunn transportasi di masa pandemi.

Baca: Gugus Tugas: Pembukaan Bioskop Bisa Tingkatkan Imunitas Masyarakat

img_title Partai Gerakan Rakyat Besutan Eks Jubir Anies Baswedan Daftar ke Kemenkum, Target Lolos Pemilu 2029

Meskipun demikian, muncul pro kontra dengan pembukaan bioskop. Salah satunya muncul kekhawatiran kalau bioskop berpotensi menimbulkan klaster baru COVID-19 di Ibu Kota.

Tapi, pihak pemprov mengatakan bahwa pembukaan bioskop ini sudah melalui kajian para ahli dan para pengusaha bioskop sudah siap menerapkan protokol pencegahan COVID-19 sejak Juni 2020 lalu. Disamping itu, keamanan bioskop dari penularan COVID-19 juga diklaim lebih baik dibanding pesawat dan restoran.

img_title Hakim Tolak Dalih COVID-19 Nadiem di Perkara Chromebook, Singgung Arahan 'Mas Menteri'

"Bioskop lebih aman dari pesawat, lebih aman dari restoran, itu menurut para ahli," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ariza Patria di tvOne, Kamis, 27 Agustus 2020.

Menurut Ariza, berada di pesawat di masa pandemi ini lebih rentan penularan. Apalagi, tempat duduk penumpang berdekatan, tempat terbatas atau sempit, waktu lebih lama dan sirkulasi udara sangat terbatas.

Sementara di restoran, kata Ariza, bisa jadi ruangan lebih besar tapi antar orang sangat mungkin saling berhadapan dan umumnya berinteraksi satu sama lain alias ngobrol. Belum lagi ada interaksi dengan banyak orang, seperti pelayan, kasir dan lainnya.

Sedangkan kondisi di bioskop cukup unik. Disamping tentunya menerapkan protokol kesehatan 3 M, menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, ruang bioskop menurut Ariza kedap udara dan aerosolnya cuma 0,3 persen. Ventilasi udaranya juga lebih baik karena tinggi. 

"Di dalam bioskop potensi penularan rendah karena duduk tidak berhadapan, umumnya juga tidak bicara, itu baik sehingga tidak droplet," ungkapnya.

Pihak pemprov juga nantinya akan mengatur kapasitas dan jarak kursi antar penonton di bioskop. "Sedang dilakukan kajian berapa (kapasitas bioskop di masa pandemi). Apakah 50 persen atau 30 persen, sedang dikaji," ujar Ariza.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut