Kasus COVID-19 di Jakarta Terus Meningkat, Dua Hari Capai 2.143 Orang

Tes swab COVID-19 virus corona (Foto ilustrasi)
Sumber :
  • VoxPopnews/Dani

VoxPop – Peningkatan jumlah kasus positif COVID-19 di Jakarta selama 2 hari belakangan ini terus meningkat bahkan mencapai seribuan orang. Pada 30 Agustus 2020 lalu, kasus positif COVID-19 di Jakarta mencapai 1.114 orang. Sedangkan, pada 31 Agustus 2020, angka peningkatan kasus COVID-19 mencapai 1.029 orang. 

img_title Hakim Tolak Dalih COVID-19 Nadiem di Perkara Chromebook, Singgung Arahan 'Mas Menteri'

"Data tersebut berdasarkan rilis yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui PPID. Total penambahan selama 2 hari terakhir ini mencapai 2.143 orang yang dinyatakan positif COVID-19 di DKI Jakarta," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia, Selasa 1 September 2020. 

Menurutnya, sebanyak 445 kasus merupakan akumulasi data dari 28-29 Agustus yang baru dilaporkan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun telah melakukan tes cepat COVID-19 terhadap 56.815 orang dalam sepekan terakhir. 

img_title Dua Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Westafel saat Covid-19 Divonis Bebas

Baca juga: Pendukung Machfud Tantang Hasto Ungkap Siapa Pengusaha Hitam Surabaya

Jumlah kasus aktif di Jakarta sampai saat ini sebanyak 8.569 orang yang masih dirawat atau sedang menjalani isolasi. Jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sampai kini sebanyak 40.309 kasus. Dari jumlah tersebut, total 30.538 orang dinyatakan telah sembuh dengan tingkat kesembuhan 75,8 persen.

img_title Pertama dalam Sejarah, Mantan Perdana Menteri Spanyol Jadi Tersangka Korupsi

"Total 1.202 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 3 persen. Sedangkan, tingkat kematian Indonesia mencapai 4,2 persen," kata Dwi.

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Suku Dinas Kesehatan (Kasudinkes) Jakarta Pusat, Erizon mengatakan, jumlah tersebut muncul karena pemerintah gencar melakukan tes cepat COVID-19. 

"Bisa saja kalau mau menurunkan data positif COVID-19 di Jakarta Pusat, misalnya, ya turunkan saja jumlah swab test-nya. Tapi bukan itu yang ingin dicapai. Kami ingin mendapatkan data akurat, dan tepat terhadap angka positif COVID-19," ujar Erizon saat dihubungi. 

Dengan begitu, lanjut Erizon, pemerintah dapat menentukan kebijakan yang tepat. Contohnya, saat Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan ,memutuskan perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masa transisi fase pertama.

"Data itulah yang digunakan Pak Gubernur untuk menentukan status PSBB di Jakarta. Jadi, pemerintah dapat menentukan kebijakan dengan tepat, karena penelusuran terhadap penularan COVID-19 dilakukan secara baik," ujarnya.

Bendera China.

Pertama Kali Sejak Pandemo Covid-19, China Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

China gagal mencapai target pertumbuhan ekonomi tahunannya, yang menggarisbawahi tantangan struktural yang semakin besar yang dihadapi ekonomi terbesar kedua di dunia.

img_title
VoxPop.co.id
26 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut