Keluhan Pedagang Pasar Jatiuwung yang Merugi ke Wali Kota

Ilustrasi pedagang sayur
Sumber :
  • Andrew Tito/VoxPop.

VoxPop – Ketua Forum Pedagang Pasar Induk Jatiuwung, Majid, menegaskan keluhan yang dilakukan selama ini adalah murni gerakan pedagang tanpa ditunggangi pihak manapun. Merosotnya omzet dan sepinya pembeli karena dualisme pasar Induk menjadi alasan pedagang di kawasan Jatake ini akan terus bersuara menyampaikan aspirasinya.

img_title Bidik Penguatan Dominasi Pasar Jabar, SIG Hidupkan Kembali Semen Kujang

"Kita tegaskan sekali lagi ini murni pergerakan dari kami pedagang kecil dan tidak ada pihak manapun yang menunggangi. Karena itu kami di sini ingin meminta solusi dari pak Walikota," ujar Majid, Jumat, 14 Januari 2022.

Setelah mengadukan nasibnya ke DPRD, pihaknya berharap Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah dapat menemui para pedagang terkait permasalahan sepinya para pembeli dan dualisme pasar induk.

img_title Ekosistem Kripto dan Blockchain Bisa Diperkuat Pemahaman Quantum Computing, Ini Penjelasannya

Protes pedagang pasar Induk Jatiuwung

Photo :
  • Istimewa

Sehingga ada solusi dari orang nomor satu di Kota Tangerang itu. Sehingga para pedagang tidak melulu merugi atas sepinya pembeli di pasar tersebut.

img_title OJK: Investor Pasar Modal Tumbuh 47,63 Persen Capai 30,06 Juta SID

"Kami berharap Wali Kota Tangerang Arief bertemu dan duduk bareng dan mendengarkan aspirasi dari kami. Sehingga ada solusi terkait permasalahan pasar induk Jatiuwung dan pasar induk Tanah Tinggi. Sebelumnya juga kami sudah mengadukan permasalahan ini ke DPRD yang ditemui oleh Ketua DPRD Gatot Wibowo," katanya.

Ia mengatakan para pedagang tersebut sebelumnya banyak berdagang di pasar induk Tanah Tinggi. Para pedagang tersebut pindah ke pasar induk Jatiuwung karena pihaknya mendapatkan informasi bahwa pasar induk Tanah Tinggi izin tidak akan diperpanjang. Namun pada kenyataanya pasar Induk Tanah Tinggi tetap beroperasi, yang berdampak pada sepinya omzet di pasar Induk Jatiuwung.

Ia berharap Pemkot Tangerang dapat memberikan solusi terbaik. Sebab demikian, nantinya yang menjadi korban terkait permasalahan dualisme pasar ini para pedagang.

"Pada dasarnya kita pindah itu tunduk atas perintah dan arahan pak Walikota bahwa pasar induk Tanah Tinggi ini yang tidak akan diperpanjang izinnya. Makanya kami sebagian pedagang ikut pindah ke Jatiuwung, pada saat sekarang pedagang jadi terbelah dua antara Jatiuwung dan Tanah Tinggi, namun nyatanya" ungkapnya.

"Di sini kami mohon peranan dari pak Walikota untuk memberikan solusi atas permasalahan ini. Karena memang yang menjadi korban kami pedagang," katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut