Terduga Pelaku Ledakan di SMAN 72 Tetap Dapat KJP, Pramono Ungkap Alasannya

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta
Sumber :
  • Yeni Lestari/VoxPop

Jakarta, VoxPop – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan bahwa Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) dalam kasus SMAN 72 Jakarta masih tetap berhak menerima Kartu Jakarta Pintar (KJP). Alasannya, status siswa tersebut masih sebagai terduga pelaku.

img_title Pelaku Mutilasi di Depok Ternyata Tukang Piscok di Stasiun Pocin! Jual Motor Korban Usai Beraksi

“Tentunya karena sekarang ini statusnya masih 'terduga', yang bersangkutan tetap berhak menerima KJP Plus,” kata Pramono kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, Rabu, 19 November 2025.

Ia meminta agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tak gegabah dalam mengambil keputusan yang berpotensi merugikan masa depan seorang anak sebelum ada hasil proses hukum yang jelas. 

img_title Ini Tampang Saepul! Pelaku Mutilasi Sadis di Depok yang Buang Jasad Korban ke Dalam Karung

Pramono menilai, menghentikan bantuan pendidikan justru dapat menimbulkan dampak sosial yang lebih besar.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah memberi keterangan bahwa terduga pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta bukan anti Islam atau terlibat dengan organisasi atau kelompok tertentu.

img_title Pelaku Mutilasi di Depok Kenalan dengan Korban Lewat Medsos, Bertemu Kemudian Cekcok Hingga Berakhir Dihabisi

"Diduga ada kurang perhatian keluarga dan itu sudah akumulasi, artinya, dari rumah, dari keluarga, dan dari lingkungan sekitar, ini yang membuat jadi akumulasi yang harus kita berempati," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto.

Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Ditemukan Tergeletak di Dekat Senjata

Photo :
  • istimewa

Selain itu, Detasemen Khusus (Densus) 88 terus mendalami dan menelusuri keterkaitan antara terduga pelaku peledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara dengan jaringan teror.

Kepolisian juga terus mendalami kasus ledakan yang terjadi di SMAN 72, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

"Penyelidikan atas aktivitas media sosial terduga pelaku juga tengah dilakukan. Hal itu untuk menelusuri kemungkinan pelaku pernah bergabung dalam grup atau komunitas daring yang memiliki afiliasi dengan kelompok teror tertentu," jelas Budi.

Pelaku mutilasi di Depok bernama Saepul

Tukang Piscok Pelaku Mutilasi di Depok Tergabung Grup Komunitas Gay

Polda Metro Jaya mengungkap temuan baru dalam penyidikan kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap Kunaefi (51) di Depok. Pelaku diduga tergabung komunitas gay.

img_title
VoxPop.co.id
6 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut