Transjakarta Sebut Pembangunan JPO Sarinah untuk Aksesibilitas dan Ramah Disabilitas

Jembatan penyeberangan orang (JPO) di Sarinah, Jakarta Pusat
Sumber :
  • Dok. Istimewa

Jakarta, VoxPop – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menegaskan revitalisasi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghadirkan aksesibilitas yang inklusif di kawasan padat aktivitas.

img_title Tarif Transjakarta Rute Blok M-Bandara Soetta Naik Jadi Rp 15 Ribu, Berlaku Mulai 1 September

Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, menyampaikan revitalisasi tersebut sejalan dengan pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Fokus utama pembangunan diarahkan untuk memastikan kelompok disabilitas, lansia, dan ibu hamil memiliki fasilitas penyeberangan yang aman dan nyaman melalui penyediaan lift.

"Fokus utama kami adalah memastikan kelompok disabilitas, lansia, dan ibu hamil memiliki fasilitas yang aman dan nyaman untuk menyeberang di kawasan padat tersebut melalui penyediaan lift," kata dia, dikutip Minggu, 11 Januari 2026.

img_title ASDP: 1,12 Juta Pengguna Nikmati Stimulus Penyeberangan Libur Sekolah

Ia menegaskan, pembangunan JPO Sarinah tidak akan menghilangkan fasilitas penyeberangan yang sudah ada. Pelican crossing di kawasan tersebut tetap beroperasi normal dan dapat digunakan pejalan kaki untuk menyeberang di permukaan jalan.

Dengan demikian, lanjutnya, JPO Sarinah akan berfungsi sebagai opsi tambahan yang terintegrasi dengan moda transportasi publik. Selain meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, revitalisasi ini juga bertujuan mengembalikan nilai sejarah JPO Sarinah sebagai jembatan penyeberangan orang pertama di Indonesia.

img_title Gagal Nyalip, Pemotor Terlindas Bus Transjakarta di Jaksel

"JPO Sarinah akan berfungsi sebagai opsi tambahan yang terintegrasi dengan moda transportasi publik, sekaligus mengembalikan nilai sejarahnya sebagai JPO pertama di Indonesia," kata dia lagi.

Sebelumnya diberitakan, Pemprov DKI Jakarta akan membangun kembali JPO di Sarinah, Jakarta Pusat karena masih sangat diperlukan, khususnya untuk kaum disabilitas.

“Jadi, JPO Sarinah dalam kajian. Ini memang diperlukan terutama untuk difabel. Itu salah satu alasan, kemudian kenapa diadakan,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo di Jakarta Jakarta Selatan, Jumat.

Pramono menilai, JPO tersebut masih dibutuhkan oleh kaum disabilitas untuk membantu mereka menyeberangi jalan dengan aman. Kendati demikian, Pramono mengaku memahami adanya pro kontra yang terjadi jika JPO tersebut diaktivasi kembali.

Salah satu komentar yakni dari kelompok pejalan kaki yang ingin penyeberangan tetap dilakukan di permukaan jalan melalui "pelican crossing".

Pelican crossing adalah fasilitas penyeberangan jalan untuk pejalan kaki yang dilengkapi lampu lalu lintas dan tombol khusus.

Menanggapi hal itu, Pramono memastikan fasilitas itu tidak akan ditutup sehingga warga tetap bisa menyeberang di bawah, sementara JPO disediakan sebagai pilihan lain.

“Memang saya juga sudah membaca pro-kontranya masyarakat. Jalan kaki di bawah tetap dibuka, kemudian di atas sebagai alternatif pilihan. Jadi tetap, semua tak ada yang ditutup,” ujar Pramono.

Ilustrasi Bus TransJakarta

Transjakarta Jelaskan Alasan Penumpang Diturunkan di Kampung Melayu, Komplen Bau Menyengat

PT Transjakarta Jakarta menyampaikan tindakan petugas menurunkan seorang penumpang dari bus di Halte Kampung Melayu, Jakarta Timur pada Senin 3 Agustus 2026.

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut