Yopi, Mahasiswa yang Ajak Setubuh Sepupu Sebelum Tewas
- iStock
"Selama ini Fr tidak mempermasalahkan tingkah Yopi yang mulai aneh kepadanya, apalagi kamar apartemen yang ditinggali mereka adalah milik orangtua Yopi," kata sumber tersebut.
Pada saat malam sebelum kejadian, Yopi curhat dengan Fr. Ia mengatakan patah hati, saat mengetahui bulan puasa lalu, pacarnya De sudah memiliki kekasih lain. "Saya sudah ditinggal pacar, dijauhi teman di kampus," curhat Yopi kepada Fr.
Pada momen itu, Yopi kembali melancarkan rayuannya kepada Fr untuk mengajak berhubungan badan. Bahkan, Yopi mengaku kepada Fr pernah mencuri celana dalam Fr.
Diduga, Yopi semenjak putus dengan De, tidak ada lagi tempat menyalurkan hasrat seksualnya sehingga ingin mencicipi tubuh sepupunya sendiri. Apalagi sebelumnya, saat masih berpacaran dengan De, Yopi acap kali membawa De ke kamar apartemennya.
Yopi merayu Fr dengan kata-kata kotor seperti, "kamu suka bu* saya enggak?".
Lantaran itu Fr marah besar kepada Yopi. Yopi malah semakin menjadi dengan memegang-megang Fr hingga Fr menangis, dan mengancam akan mengadukan kelakuan Yopi kepada orangtuanya.
"Yopi terus berusaha merayu Fr dengan cara memeluk dan memegang-megang Fr, hingga pukul 12 malam. Sehingga malam itu Fr tidak nyenyak tidur, lalu Fr mengadu ke orangtua Yopi melalui pesan singkat, sembari berjaga dan waspada takut diperkosa Yopi," ujar Antonius.
Pada malam itu, sempat terjadi pertengkaran antara Yopi dan Fr, karena Fr menolak diajak berhubungan badan. Pertengkaran mereka bahkan terdengar tukang laundry apartemen, yang kemudian menjadi saksi dan dimintai keterangan oleh polisi.
Pagi hari sebelum kejadian, Yopi kembali membujuk-bujuk Fr. Yopi juga menunjukkan foto mantan pacarnya De kepada Fr, dan meminta Fr jangan bercerita macam-macam kepada orangtuanya.
Pukul 06.30 pagi, Fr berangkat ke tempat kerjanya dan meninggalkan Yopi sendiri. Sebelumnya, Fr sudah mengontak dan memastikan orangtua Yopi datang ke Jakarta untuk menemui anaknya setelah dilaporkan Fr.
Ternyata, orangtua Yopi datang ke Jakarta "benar-benar" menjemput Yopi, membawa jenazahnya ke Kalimantan, setelah Yopi tewas lompat dari apartemennya di lantai 28.
Diketahui, orangtua Yopi tidak terlalu terkejut dengan kejadian yang disebabkan tingkah laku Yopi yang "aneh" kepada sepupunya, karena sudah mengetahui karakter Yopi selama ini.
