Metromini Hingga Lamborghini Antarkan Warga ke Liang Lahat
- Twitter @TMCPoldaMetro
4. Metromini 'cium' Commuter Line
Kasus ini mungkin menjadi salah satu kecelakaan yang cukup menyita perhatian sepanjang 2015. Bagaimana tidak, dalam kecelakaan yang terjadi pada tanggal 6 Desember 2015 melibatkan metromini dan KRL Commuter Line menewaskan 18 orang termasuk sang sopir.
Sang sopir Asmadi (35), yang membawa Metromini B 80 Kota-Kalideres dengan nomor polisi B 7060 FD dengan nekat menerobos perlintasan kereta di Tubagus Angke, Tambora, Jakarta Barat.
Metromini nekat menyeberang rel meski pintu perlintasan telah tertutup dan sinyal tanda kereta lewat telah berbunyi.
Petugas perlintasan dan warga mengaku telah memperingatkan sopir namun tak diindahkan. Padahal, jarak kereta sudah dekat. Metromini akhirnya tertabrak dan terseret sejauh 200 meter hampir mendekati peron Stasiun Angke.
Saat itu, para penumpang metromini ada yang terpental, yang mengakibatkan banyak korban tewas. Tak hanya menelan 18 jiwa, kejadian ini melukai enam penumpang lainya.
Tabrakan tersebut juga sempat mengganggu perjalanan kereta. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) turun tangan menyelidiki kasus tersebut.
5. Kopaja tewaskan pejalan kaki di HI
Dalam keterangan saksi, saat sebelum kecelakaan sang sopir sedang bermain handphone yang membuat bus oleng dan terbalik sehingga menabrak korban.
Dalam kejadian ini, sang sopir dan kondektur melarikan diri. Hingga saat ini pihak kepolisian masih memburu sang sopir yang sudah diketahui identitasnya bernama Joko Susetio. Dia adalah sopir tembak kedua.
Kopaja tersebut adalah milik perorang atas nama Dian Sugiyanto bin Bilah dengan alamat Jalan Maninjau No 13 Ciganjur Jakarta Selatan.
Untuk sopir Kopaja tersebut biasanya dikendarai oleh atas nama Suyadi yang bekerja dari Senin hingga Sabtu.
Pengemudi pada hari Minggu biasanya diserahkan ke sopir tembak atas nama Yogi Prayitno, tetapi pada kecelakaan tersebut di kemudikan sopir tembak kedua bernama Joko Susetio.
