Polisi Mengaku Tolong Fahreza Sebelum Tewas, Bukan Memukuli
- Path
VoxPop.co.id – Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya menyatakan tidak menemukan fakta bahwa Muhammad Fahreza, salah satu suporter Persija, tewas karena tindak kekerasan petugas kepolisian. Dia tewas usai menonton pertandingan Persija melawan Persela Lamongan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta,
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Awi Setiyono mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan dan data dari intelijen kepolisian, diketahui, suporter Persija wilayah Jakarta Selatan itu tewas karena penyebab lain.
"Dalam artian, kejadian itu kita verifikasi kemudian kita dapatkan faktanya di RS KKO Cilandak bahwasanya terjadi perbedaan yang katanya infonya dipukul oleh polisi ternyata di RS KKO mereka korban kecelakaan," kata Awi Setiyono, Selasa 28 Juni 2016.
Menurut Awi, dalam kasus itu, kepolisian berharap semua pihak tidak mengkambinghitamkan petugas sebagai dalang kematian Fahreza. Bahkan, kata Awi, justru seharusnya semua pihak berterima kasih pada kepolisian.
Sebelum meninggal dunia, justru petugas kepolisian yang bertugas di SUGBK sempat menolong Fahreza ketika berjalan sempoyongan mendekati pintu II SUGBK.
"Ada ketidakterbukaan, jangan sampai polisi jadi kambing hitam lagi karena fakta-fakta di lapangan tidak terjadi itu (pemukulan). Bahwasanya almarhum Fahreza itu ke gate dua sudah sempoyongan, akhirnya kita tolong. Malah polisi yang menolong, bukan polisi yang mukulin," katanya.
Pernyataan Awi itu bertolak belakang dengan kesaksian Soleh, kakak kandung Fahreza. Soleh mengaku melihat, korban dipukuli anggota kepolisian, bukan karena dipukuli suporter lain.
Soleh, kakak pertama almarhum, menceritakan detik-detik pemukulan hingga tewasnya Fahreza. Menurutnya, saat itu, Fahreza datang ke stadion yang menjadi kandang sementara Persija itu, bersama kakak keduanya Yatna.
Saat akan memasuki pintu menuju ke dalam stadion, Yatna tak menemukan adiknya itu. Memang, menurut Soleh, Fahreza berjalan di belakang Yatna. Yatna berusaha mencari sang adik, tapi, dari kejauhan, Yatna melihat adiknya sedang dipukuli petugas kepolisian dari Polda Metro Jaya.
"Ya, jadi dia (Muhammad Fahreza), nonton sama adik saya yang kedua, pas mau masuk itu, dia ada di belakang, tiba- tiba hilang. Adik saya namanya Yatna, dia melihat ternyata adiknya sedang dipukuli polisi," ujar Soleh, Minggu, 15 Mei 2016.
