Cerita Derita Ida Bertahan Hidup di Puing Rumah yang Digusur
- Irwandi Arsyad - VoxPop.co.id
Saat ini, ida bersama sekitar sejumlah warga lainnya, lebih memilih bertahan sampai Pemprov DKI Jakarta memberikan solusi terbaik untuk mereka. Dia mengatakan, warga mau pindah, namun warga meminta kejelasan untuk mendapatkan tempat yang ada di Jakarta Selatan saja.
"(Yang masih bertahan) Sekitar separuhnya ada, sekitar 30 KK ada. (Selebihnya) Kebanyakan yang pindah ke rumah saudara," ujarnya.
Tak hanya itu, Ida mengungkapkan, apa yang masih terbayang dan ada di benak pikirannya. Masih cukup terasa baginya aksi penggusuran yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Menurut dia, aksi itu cukup kejam dan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terlalu arogan terhadap warga.
Ida juga mengungkapkan, tepat di dalam momentum Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, namun mereka sebagai Warga Negara Indonesia malah mendapat tindakan penggusuran.
"Iya (penindasan). Satpol PP-nya arogan. Ahok kejam, setajam silet. Ahok cuma gusur-gusur doang, orang kaya dibelain. Orang miskin diugusur-gusur," ujarnya.
Tak hanya itu, Ida juga masih merasakan bagaimana anak perempuannya yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) harus menjadi korban tindakan brutal dari petugas saat melakukan aksi tolak penggusuran di lokasi pada Kamis pekan lalu.
"Anak perempuan saya diinjak-injak (waktu penggusuran). Umurnya 16, masih SMA kelas dua. Yang satu cewek sampai pingsan, kelas tiga, sampai dibawa ke Puskesmas," ujarnya.
Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan telah melakukan penggusuran terhadap puluhan bangunan pemukiman warga di RT 09 RW 04, Kelurahan Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis September 2016. (asp)
