Ahmadiyah Rusak Segel Lagi, Ulama Depok Ingatkan Pemerintah

Penyegelan rumah ibadah Ahmadiyah di Sawangan, Depok oleh Satpol PP pada Sabtu malam, 3 Juni 2017.
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Zahrul Darmawan

VoxPop.co.id – Forum Masyarakat Sawangan (Formas) meminta Pemerintah Pusat, bersikap tegas atas kasus pengrusakan segel di rumah ibadah Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat.

img_title Wali Kota Tak Terima Depok Disebut Intoleran Gegara Segel Masjid Ahmadiyah

Masyarakat memperingatkan Pemerintah Pusat agar segera menuntaskan kasus ini agar tidak terjadi keributan antara warga dan jemaah Ahmadiyah.

"Karena itu kita minta ketegasan pemerintah pusat terhadap kegiatan Ahmadiyah di Sawangan. Apa yang dilakukan Pemkot Depok dan Polres sudah tepat, yang ini menyegel ulang dan melakukan proses penyidikan," kata sekretaris Formas, Jamaludin , Jumat, 9 Juni 2017.

img_title Masjidnya Disegel Pemerintah, Ahmadiyah Gugat ke MK

Menurut Jamaludin, forum ini dibentuk untuk menghindari aksi anarki masyarakat setempat yang menginginkan dihancurkannya bangunan tempat ibadah jemaah Ahmadiyah. 

"Warga inginnya seperti di Cikeusik. Tapi kan kita enggak mau, di sini ada ulama dan mereka masih dengar. Jangan sampai nanti umat Islam dicap radikal," kata Jamaludin.

img_title Menag Ingatkan Ahmadiyah Jangan Sebarkan Pahamnya di RI

Jamaludin mengatakan, Pemerintah Pusat perlu menegaskan bahwa Ahmadiyah bukan bagian dari agama Islam.

"Perlu ketegasan, bahwa Ahmadiyah bukan bagian dari Islam, kalau kita patokan fatwa MUI, Ahmadiyah di luar Islam. Sayangnya fatwa ini tidak dipegang teguh pemerintah pusat malah berpatokan pada SKB 3 menteri. Itu dong (fatwa MUI) yang harus dipegang teguh agar menghindari konflik horizontal di masyarakat," katanya. 

Aturan Aneh Ahmadiyah

Berdasarkan penelusuran dan hasil investigasi internal Fromas, Jamaludin mengatakan, jemaah Ahmadiyah yang bermukim di tempat ibadah itu sebagian besar bukan warga Kota Depok.

"Anggotanya pendatang semua enggak ada warga sini. Paling yang punya KTP Depok cuma satu, silakan Satpol PP cek sekali-kali. Mereka tinggal di sana itu tidak melapor RT," ujarnya.

Tak hanya itu, mereka yang tinggal di sana, lanjut Jamaludin, tidak pernah membaur dengan masyarakat sekitar. Bahkan untuk urusan ibadah, mereka memiliki cara yang cukup aneh dan terkesan eksklusif.

"Masjid yang ada di situ eksklusif, karena mereka menganggap yang di luar mereka kafir. Mereka enggak akan mau kita jadi imam, kalau orang luar salat di situ bekasnya akan dipel. Sebetulnya kita enggak peduli dengan mereka kalau mereka tidak mengaku Islam," katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut