Anies Harusnya Beri Keadilan ke Pejalan Kaki Bukan Motor

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Sumber :
  • VoxPop.co.id/ Ade Alfath

VoxPop – Pengamat tata kota, Nirwono Yoga, menilai rencana Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan membolehkan lagi sepeda motor melaju di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, merupakan sebuah kebijakan yang tidak tepat dan sebuah kemunduran dari kebijakan yang sudah tepat.

img_title Partai Gerakan Rakyat Besutan Eks Jubir Anies Baswedan Daftar ke Kemenkum, Target Lolos Pemilu 2029

Dan, menurut Yoga, masyarakat yang harus diberi keadilan oleh Anies adalah pejalan kaki bukan pengguna sepeda motor.

"Jelas kebijakan itu bukan hal yang tepat. Kalau itu yang dilakukan berarti itu sebenarnya merupakan suatu kemunduran dari kebijakan Pemda DKI," kata Nirwono Yoga kepada VoxPop, Kamis 9 November 2017.

img_title Beberkan Rekam Jejak Dino Patti Djalal, Anies Baswedan: Dia Bukan Diplomat Karbitan

Karena menurut Yoga, jika Anies benar-benar memaksakan rencana itu, justru bertentangan dengan konsep transportasi berkelanjutan. Di mana warga suatu kota didorong untuk menaiki transportasi umum, terlebih daerah protokol.

"Sebenarnya untuk aktivitas di dalam kota itu warga atau masyarakat didorong berjalan kaki dalam jarak dekat dan menggunakan angkutan umum untuk jarak jauh. Semakin ke pusat kota itu warga didorong untuk menggunakan transportasi publik," ujarnya.

img_title Putusan MK Sebut Jakarta Masih Ibu Kota Negara, Begini Kata Anies

Jika tujuan Anies untuk memberikan keadilan kepada seluruh warganya, Yoga mengatakan hal tersebut perlu dikoreksi. Karena jika memberikan keadilan kepada warga semestinya Anies memihak kepada warga yang paling lemah, yakni para pejalan kaki.

"Keadilan itu harus memihak yang paling lemah. Pejalan kaki dan pengguna transportasi umum. Karena mereka yang paling rentan terhadap ancaman kecelakaan lalu lintas," ujarnya

Seperti diberitakan, Anies Baswedan meminta agar kendaraan roda dua tetap diakomodasi dalam perencanaan Jalan Sudirman- Thamrin. 

"Jadi sekarang ini baru pada fase perencanaan jalan sepanjang Sudirman- Thamrin dan di dalam perencanaan itu, baru perencanaan nih, dalam perencanaannya dengan asumsi tidak ada kendaraan roda dua. Nah saya sampaikan buat desainnya, memasukkan kendaraan roda dua," kata Anies di Balai Kota, Jakarta, Selasa, 7 November 2017. 

Sebelumnya, dalam pemaparan Dinas Perhubungan saat rapat pimpinan, kendaraan roda tidak masuk dalam perencanaan Jalan Sudirman- Thamrin ke depan. Sebab, di sepanjang jalan itu akan dipasangi Electronic Road Pricing (ERP) atau jalan berbayar elektronik. 

Meskipun nanti ada ERP, menurut Anies, kendaraan roda dua tetap bisa diatur untuk bisa lewat di jalan protokol itu. "Tinggal diatur. Diatur volumenya, diatur lebarnya sehingga semua yang menggunakan kendaraan bisa melewati," ujarnya. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut