Wakapolri: Tanggung Jawab Lapas Ada di Dirjen Pemasyarakatan

Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin.
Sumber :
  • Agus Rahmat

VoxPop – Wakil Kepala Polri Komjen Syafruddin mengklarifikasi isu terkait keamanan di Rutan Mako Brimob. Sebab banyak yang mempertanyakan, kenapa sampai di tempat yang menerapkan pengamanan superketat  justru narapidana terorisme bisa membuat rusuh dan bersenjata.

img_title Warga Geruduk Mako Brimob, Begini Respons Polda Maluku

Dalam keterangan pers di Istana Bogor, Komjen Syafruddin menegaskan bahwa rutan yang menjadi lokasi kerusuhan sejak Selasa malam itu adalah rutan negara cabang Salemba Jakarta.

"Jadi yang bertanggung jawab adalah Kemenkumham dalam hal ini Dirjen Pemasyarakatan. Jadi bukan rutan anggota Polri. Rutan seperti biasa layaknya rutan biasa. Kebetulan ada di dalam (Mako Brimob)," jelas Komjen Syafruddin, Kamis 10 Mei 2018.

img_title Kapolri: Haram Hukumnya Mako Brimob Sampai Jebol!

Syafruddin menjelaskan, awalnya rutan itu memang sepenuhnya dalam kendali Mako Brimob, tetapi sejak tahun 2006 sudah beralih status menjadi rutan umum. Maka terkait rusuh napi terorisme tersebut, pihaknya akan mencari solusinya dengan pihak Kemenkumham terutama Dirjen Pemasyarakatan.

Setelah beralih fungsi, terlebih kondisi rutan tersebut juga overload, Syafruddin mengatakan akan dicarikan jalan keluar.

img_title Meraup Cuan di Sekitar Mako Brimob Kwitang

"Jadi tentu penyelesaiannya adalah kita akan selesaikan komprehensif antara Kemenkumham Dirjen Pemasyarakatan dan kita sendiri. Karena, mau tidak mau, ada di dalam kompleks Brimob. Pengamanannya dari pihak Brimob sebagai bantuan kepada Kemenkumham," ujarnya menjelaskan.

Syafruddin memastikan, selama beberapa bulan terakhir sudah dibicarakan solusi untuk mengatasinya. (one)

Penemuan Kerangka di Gedung Terbakar Kwitang

Penemuan Kerangka dalam Gedung Terbakar di Kwitang, Ahli Forensik dr Sumy Hastry Uraikan Proses Identifikasi Korban

Publik dikejutkan adanya penemuan kerangka manusia dalam keadaan hangus terbakar di Kwitang. Ahli Forensik, dr Sumy Hastry ungkap proses identifikasi kepolisian

img_title
VoxPop.co.id
11 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut