Tradisi Sakral Perantau Minang dan Uang Miliaran Rupiah
- Antara/ Iggoy el Fitra
VoxPop – Setiap Hari Raya Idul Fitri, hampir seluruh masyarakat Indonesia yang tinggal di tanah rantau mengadu nasib, akan kembali pulang ke kampung halaman.
Selain dapat mengenang cerita masa kecil, momen lebaran juga dimanfaatkan untuk berkumpul bersama dengan keluarga besar, kerabat dan masyarakat serta menikmati suguhan keindahan objek wisata yang ada di daerah masing-masing.
Tak terkecuali bagi perantau Minang, jutaan warga asal Minangkabau yang separuh hidupnya dihabiskan di tanah rantau, juga memanfaatkan momen lebaran untuk pulang ke Ranah Minang setiap tahunnya.
Berbeda dengan warga asal daerah lain di Indonesia, soal mudik dan balik pada saat lebaran Idul Fitri, di Ranah Minang ada sebuah tradisi sakral yang sangat erat, bernuansa keakraban dan persaudaraan yang kuat. Tradisi ini bernama "Pulang Basamo" (pulang bersama).
Walau hingga saat ini belum ada literatur dan bukti otentik kapan tradisi ini dimulai pertama kali, namun tradisi Pulang Basamo sudah mendarah daging. Ribuan bahkan jutaan Para perantau yang berasal dari seluruh Nagari atau desa di Ranah Minang ini, selalu sepakat pulang ke kampung halaman, begitu sebaliknya saat kembali ke tanah rantau juga bersama-sama.
Bahkan untuk menunjukkan persatuan yang sangat kuat, dan menggambarkan kepada orang banyak, jika masyarakat Minangkabau memiliki rasa kekerabatan dan kepedulian sesama yang sangat kuat.
Mereka tak segan-segan menyewa moda transportasi apa saja itu yang penting nyaman dan bisa membawa mereka pulang ke kampung halaman dengan selamat. Soal ongkos, mereka akan "badoncek" atau patungan.
![]()
Tiba di kampung halaman, pihak keluarga dan masyarakat setempat juga mengadakan kegiatan penyambutan bagi perantau yang mudik, sejumlah spanduk dan baliho selamat datang bagi perantau juga terpasang sebagai bentuk suka cita penyambutan.
Pun ketika usai berlebaran dan mereka berangkat merantau lagi juga akan dilepas oleh masyarakat dan diiringi oleh Doa.
Selama berada di kampung halaman, selain melaksanakan ibadah hari raya Idul Fitri, mereka juga mengadakan sejumlah kegiatan sosial, mulai dari menggelar acara hiburan hingga mengumpulkan uang yang nantinya akan diserahkan kepada masyarakat untuk membangun kampung halaman. Jumlah uang yang terkumpul pun fantastis. Bisa mencapai angka Miliaran Rupiah.
