Bupati Malang Koleksi Uang Dolar Unik, Tak Terima Disita KPK

Bupati Malang Rendra Kresna.
Sumber :
  • VoxPop/Lucky Aditya

VoxPop – Bupati Malang Rendra Kresna tak terima uang dolar Singapura koleksinya disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dalam penggeledahan beberapa hari lalu. Sebab, katanya, uang itu hanyalah benda koleksi, bukan hasil gratifikasi atau semacam hadiah dari orang lain.

img_title Saat Timnas Indonesia Obrak-abrik Singapura di Kandang Sendiri

Uang dengan pecahan 1.000 dolar Singapura sebanyak 15 lembar itu, menurut Rendra, uang unik karena masing-masing bernomor seri 999. Karena alasan itulah dia mengoleksinya.

"Semuanya nomor seri 999. Mana mungkin itu gratifikasi kalau nomor serinya sama 999. Itu koleksi sudah lama; itu kan nomor cantik," kata Rendra kepada wartawan pada Jumat, 12 Oktober 2018.

img_title Jelang Lawan Singapura, Timnas Indonesia Dihantam Kabar Buruk: 6 Pemain Masuk Ancaman Skorsing di Piala AFF 2026

Dia juga membantah bahwa perkara gratifikasi dan suap yang disangkakan KPK kepadanya untuk membayar utang kampanye pencalonannya sebagai bupati periode kedua. Tagihan yang ditemukan oleh KPK adalah tagihan sepihak dari seseorang bernama Sugihono.

Rendra mengaku sudah pernah bertemu dengan Sugihono untuk membicarakan ihwal tagihan kampanye itu. Sebab Rendra dan tim pemenangannya merasa tak pernah bekerja sama dengan Sugihono untuk kampanye, dan karenanya merasa tak berkewajiban membayar tagihan.

img_title Live Malam! Ini Jadwal Siaran Langsung Singapura Vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Waktu itu, kata Rendra, Sugihono memang berterus terang memang tak pernah ada yang memintanya menjadi tim pemenangan. Juga tak pernah ada perjanjian tertulis atau lisan apa pun untuk itu.

"Dia (Sugihono) ngeklaim telah melakukan kegiatan kampanye yang menghabiskan uang sekian, padahal saya tidak tahu kegiatannya," ujarnya.

KPK menetapkan Rendra Kresna sebagai tersangka dengan dua kasus sekaligus, yakni suap untuk penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan dan gratifikasi dari dua orang kontraktor, Ali Murtopo dan Eryk Armando Talla. (mus)

Duo pemain berdarah Pacitan di Singapura Irfan Fandi dan Ilhan Fandi

Duo Pacitan Siap Bela Singapura saat Hadapi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Singapura kemungkinan besar bakal diperkuat dua pemain keturunan Pacitan, Jawa Timur ketika menjamu Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Jumat (7/8) besok.

img_title
VoxPop.co.id
6 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut