Haru, Pesan WA Terakhir Penyelam Evakuasi Lion Air yang Gugur ke Istri
- Facebook.com/Syachrul Anto
Tunggu Aku di Jannah..
Istri Syachrul sepertinya sudah ikhlas atas kepergian sang suami untuk selama-lamanya. Walaupun kesedihan tak bisa dia sembunyikan kala mengikuti prosesi pemakaman almarhum di Makam Islam tak jauh dari rumah duka di Jalan Bendul Merisi 8 Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu siang, 3 November 2018.
Di dunia maya, Lyan juga mengungkapkan perasaan sedihnya. Di jendela akun Facebook milik suaminya, Syachrul Anto, Lyan menuliskan pesan yang sangat menyentuh. "Allah lebih cinta padamu Sayangku, pahlawanku, imamku...," tulis Lyan di jendela akun FB suaminya pada Sabtu, 3 November 2018.
"Tunggu aku di jannahNya Insya Allah....terimakasih kasih sayang, bimbingan dan didikanmu. Insya Allah kami teruskan dedikasimu dalam kemanusiaan. Laa khaula wala kuwwata Illa Billah... Innalilahi wainailaihi rojiun...Mohon dibukakan pintu maaf segala kesalahan almarhum." hingga berita ini selesai ditulis, status Lyan itu terbagi 36 kali dan dibanjiri ucapan belasungkawa.
Syachrul Anto (48) dikenal merupakan penyelam profesional dan tergabung dalam komunitas penyelam berbasis di Makassar. Saat Basarnas memerlukan bantuan profesional dalam penyelaman, tim ini selalu ikut serta, termasuk Syachrul.
Sebelum bergabung dalam tim SAR Lion Air JT 610, pemegang sertifikat Rescue Diver itu sempat terlibat dalam berbagai kegiatan SAR, baik kecelakaan transportasi maupun musibah bencana alam di Tanah Air.
Seperti saat bencana alam yang melanda Palu, Sulawesi Tengah, beberapa bulan lalu, serta saat evakuasi korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 pada 2014 lalu di wilayah selat Karimata, Kalimantan Tengah.
"Beliau selalu menawarkan diri menjadi relawan, baik yang menjadi keahliannya (penyelam) maupun bukan. Kemarin bencana di Palu juga ikut selama seminggu," ujar Lyan.
