Muhammadiyah dan Ponpes Tebuireng Bikin Film 'Jejak Langkah 2 Ulama'

Ketua Umum (Ketum) PP Muhammadiyah, Haedar Nashir dan Gus Solah.
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Cahyo Edi

"Pesan moral dari film ini agar warga bangsa, elite bangsa itu mau belajar sejarah, bagaimana susahnya perjuangan Republik Indonesia dibebaskan dari penjajahan dan pasca meraih merdeka. Khusus untuk generasi milenial memang harus belajar sejarah dan perlu meniru komitmen tokoh-tokoh nasional yang punya jasa besar dalam memajukan bangsa," urai Haedar.

img_title Prabowo Cerita Tutup 240 BUMN: Nggak Ada Untung, Rugi Terus!

"Untuk elite bangsa, elite politik juga, penting bagi mereka untuk belajar mengutamakan kepentingan umat dan bangsa di atas kepentingan dirinya. Sehingga, tirulah tokoh-tokoh yang bersahaja ini agar mereka juga mewarisi sikap kenegarawanan dan sikap keulamaan," imbuh Haedar.

Sedangkan menurut Pimpinan Pondok Pesantren Tebuireng, KH. Salahuddin Wahid atau kerap disapa Gus Solah menyampaikan kisah pendiri Muhammadiyah dan NU ini harus dikenalkan kepada masyarakat. Lewat film 'Jejak Langkah 2 Ulama', masyarakat bisa meneladani sifat dan perjuangan dua tokoh bangsa.

img_title Prabowo Bertolak ke Jatim, Bakal Resmikan Jalan hingga Hadiri Munas NU

"Muhammadiyah dan NU ini organisasi yang menjadi jangkarnya Indonesia. Menjadi penyeimbang dari pemerintahan siapapun juga. Semua itu karena peran dua tokoh ini. Karena itu perlu diperkenalkan agar masyarakat bisa mengenal lebih dekat dan meneladaninya," ujar Gus Solah.
 

Kuasa hukum Febrie Adriansyah, Hotman Paris Hutapea (tengah)

Pemuda Muhammadiyah Ingatkan Hotman Paris: Pembelaan Hukum Tak Perlu Kaitkan Presiden

Sekjen Pemuda Muhammadiyah, Najih Prastiyo mengingatkan pengacara Hotman Paris agar tak membawa nama Presiden Prabowo saat memberikan pembelaan hukum ke Febrie Adriansyah

img_title
VoxPop.co.id
19 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut