Massa Berikat Kepala Merah Rusak Musala, Jaringan Gusdurian Bersikap

Koordinator Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

"Pertama, mengecam segala bentuk perusakan tempat ibadah atas alasan apapun. Tindakan perusakan tersebut bisa disebut sebagai aksi kriminal sehingga pelaku harus diproses secara hukum," kata Alissa.

img_title Pakar: Jika Yenny Wahid Cawapres, Ganjar Bisa Menangkan Putaran Kedua Kalahkan Prabowo

Alissa menjabarkan sikap yang kedua, Jaringan Gusdurian meminta kepada aparat kepolisian untuk menindak pelaku perusakan sesuai hukum yang berlaku dan menjamin keamanan agar masyarakat bisa beribadah dengan tenang sesuai dengan agama masing-masing.

"Ketiga, meminta kepada pemerintah setempat untuk mendinginkan suasana serta memperbaiki bangunan yang telah dirusak. Keempat, meminta kepada pemerintah untuk meninjau ulang SKB 2 Menteri tentang Rumah Ibadah supaya tidak melanggar kebebasan beragama dan berkeyakinan. Perlu dirumuskan aturan yang serta selaras dengan Undang-Undang Dasar dan standar HAM internasional," kata Alissa.

img_title Pakar: Hubungan Prabowo dengan Keluarga Gus Dur Dekat, Potensi Dapat Dukungan dari Gusdurian

Perusakan musala di Kabupaten Minahasa Utara, Sulut.

Polisi melakukan penjagaan di Musala Al Hidayah yang dirusak oleh massa.

img_title Alissa Wahid: Jangan Pilih Calon yang Mengedepankan Identitas Agama atau Kesukuan

Ditambahkan oleh Alissa, poin kelima Jaringan Gusdurian mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan mempercayakan seluruh proses hukum kepada pihak berwajib serta bersikap bijak dalam bermedia sosial dengan tidak menebar umpatan, ujaran kebencian, dan melebih-lebihkan informasi berita, baik karena dugaan yang tidak berdasar atau misinformasi, juga penyelewengan atau disinformasi.

"Keenam, Jaringan Gusdurian mengajak para pemuka agama dan tokoh adat Minahasa untuk terus meneguhkan jati diri orang Minahasa yang memiliki slogan ‘Kitorang Samua Basudara’, kita semua bersaudara. Ketujuh, meminta kepada seluruh penggerak Gusdurian untuk terus merawat toleransi antar umat beragama dengan membangun dialog bersama kelompok lintas iman," kata Alissa.

Baca juga:

Massa Berikat Kepala Merah Rusak Musala, 3 Orang Sudah Tersangka

FPI Desak Polisi Tangkap Massa Berikat Kepala Merah Perusak Musala

Alissa Wahid, Ketua Pengurus Besar NU yang juga Ketua Panitia Pengarah Kongres K

PBNU Sesalkan Perilaku Gus Elham: Tidak Mencerminkan Akhlakul Karimah

PBNU menyesalkan tindakan dan perilaku pendakwah muda Elham Yahya Luqman atau Gus Elham, yang tidak mencerminkan akhlakul karimah serta bertentangan dengan ajaran Islam.

img_title
VoxPop.co.id
12 November 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut