Larangan Mudik Masih Dikaji, Arus Mudik Sudah Terjadi

corona
Sumber :
  • U-Report

VoxPop – Kementerian Perhubungan  (Kemenhub) mengungkapkan, banyak masyarakat yang sudah mulai melakukan mudik atau pulang kampung sejak 20 Maret 2020. Itu terjadi karena sudah tidak adanya aktivitas ekonomi di Jakarta sejak merebaknya wabah Virus Corona (COVID-19).

img_title Survei Indikator: 82,7% Pemudik Puas, Operasi Ketupat 2026 Sukses Lancarkan Arus dan Tekan Kecelakaan

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, para pemudik sebelum waktunya tersebut mayoritas yang bekerja di sektor informal. Mereka mudik melalui beberapa Terminal Tipe A di sejumlah daerah.

"Sehingga pekerja dari sektor informal, yang kita amati dari tanggal 20-22, itu ada beberapa terminal tipe A yang mengalami lonjakan penumpang yang datang dari Jabodetabek," kata dia saat telekonferensi, Jumat, 27 Maret 2020.

img_title 85,3 Persen Pemudik Puas, Survei Indikator: Menunjukan Pelayanan Mudik 2026 Berjalan Baik

Adapun tujuan utama mereka, Budi melanjutkan, adalah beberapa daerah di Jawa Tengah. Itu tergambar dari lonjakan penumpang di Terminal Wonogiri, Purwokerto, hingga Solo. Meski begitu, Budi belum menyebutkan besaran peningkatannya.

"Jumlah penumpang bus 20, 21 hingga 22 terjaid lonjakan di terminal Wonogiri, Purwokerto, Solo, yang lain malah turun. Jadi mappingnya banyak perantau di wilayah Jawa Tengah yang jadi pekerja informal cenderung kembali," tuturnya.

img_title Pemudik Bilang Penerapan One Way dan Contraflow Bikin Arus Balik Lebaran Lancar Sampai Tujuan

Larangan mudik perlu ditegaskan

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati menambahkan bahwa fenomena mudik sebelum waktunya tersebut beriringan dengan meningkatnya jumlah masyarakat di daerah tujuan yang terdampak wabah COVID-19.

"Dari data yang kami terima memang cukup memprihatinkan dari Kabupaten Sumedang dari ODP meningkat karena mendapat limpahan orang yang mudik dari Jabodetabek dan beberapa daerah dari Jawa Tengah dan ini belum puncaknya," tutur Adita pada kesempatan yang sama.

Karenanya, dia menekankan, kebijakan pelarangan mudik itu memang sangat perlu ditegaskan nantinya, bukan hanya sekadar imbauan belaka. Sebab, dengan begitu, mata rantai penyebaran wabah COVID-19 diharapkan bisa diputus dan tidak terus menyebar ke berbagai daerah.

"Ini kita khawatirkan wabah COVID-19 ini akan semakin luas dan menambah zona merah yang ada di daerah tujuan mudik. Oleh karena itu, kita secara tegas merekomendasikan melarang mudik,"  kata dia.

Operasi Ketupat 2026

80 Persen Lebih Pemudik Puas, Pelaksanaan Mudik 2026 Dinilai Lebih Baik dari Tahun Sebelumnya

Masyarakat merasa puas pada program keselamatan dan pelaksanaan mudik dan balik Lebaran 2026. Hal ini berdasarkan hasil observasi dan survei pada 1.200 responden.

img_title
VoxPop.co.id
9 April 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut