Zona Hitam Surabaya Belum Aman, Jangan Buru-buru Gelar Salat Jamaah
- Diki Hidayat
dr Windhu juga mengatakan, indikator aman nya wilayah Jawa Timur dari kasus corona bisa diketahui salah satunya dengan melihat tingkat penularannya lewat Reproduksi Efektif atau Rt.
"Rt harus kurang dari 1 berlaku berturut turut selama dua minggu. Tapi kalau hari ke empat misalnya naik lagi, ya harus kita batalkan. Kalau Rt nya berturut tururt sama selama dua minggu, bearti kita bisa melakukan aktivitas normal baru," kata dr Windhu.
Dijelaskan pula oleh dr Windhi, sebutan zona hitam untuk Surabaya sebetulnya, warna itu sekadar klasifikasi. "Itu warna merah yang sangat tua. Warna itu memang menunjukkan jumlah kasus kumulatif sejak awal ditemukannya kasus di Jawa Timur, makin lama makin meningkat. Jadi ini hasil kumulatif. Kasus itu katakanlah kasus harian tidak sedikit, tapi kalau dikumulatif naik."
Salah satu yang paling utama adalah Rt di Jawa Timur sudah mendekati satu. Jawa Timur dan Suarabaya dikatakannya memiliki kasus corona yang sebetulnya sudah menurun. "Tapi memang belum aman. Tapi jumlah tingkat penularan di Surabaya sudah mulai menurun," ujarnya.
Seperti diketahui sebelumnya, Jubir COVID-19 Achmad Yurianto menyampaikan bahwa sampai 5 Juni 2020 jumlah pasien positif corona nasional sudah mencapai 29.521 orang. Sedangkan jumlah pasien yang sembuh sejumlah 9.443 orang dan yang meninggal dunia karena virus sebanyak 1.770 orang.
Untuk wilayah Jawa Timur sendiri, jumlah kasus positif virus corona mencapai 5549, sembuh 1207 dan meninggal 446.
