DKI Kekeh, Syarat Usia Jalur Zonasi PPDB 2020 Tetap Berlaku

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana
Sumber :
  • Syaefullah

VoxPop – Pembukaan PPDB jalur zonasi untuk jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) akan tetap dilakukan seleksi bila daya tampung yang ada tidak mencukupi dari jumlah siswa yang mendaftar.

img_title Saatnya Magang Mahasiswa Naik Kelas

"Untuk PPDB kami sudah menjadwalkan. Dinas Pendidikan itu membawahi seluruh anak-anak. Jadi, kami akan lanjut dengan proses besok hari. Nanti akan lakukan evaluasi setelah proses ini selesai," kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, di kantor DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, kemarin, Rabu, 24 Juni 2020.

Sesuai dengan keputusan kepala dinas pendidikan provinsi daerah khusus Ibu Kota Jakarta nomor 510 tahun 2020 tentang petunjuk teknis penerimaan peserta didik baru tahun pelajaran 2020/2021, pembukaan PPDB jalur zonasi tetap dilaksanakan.

img_title Kampus Merdeka: Inovasi Pendidikan yang Melahirkan Generasi Siap Bersaing

Untuk proses seleksi jalur zonasi, bila jumlah calon peserta didik baru yang mendaftar dalam zonasi melebihi daya tampung, maka dilakukan seleksi berdasarkan usia tertua ke usia termuda. Artinya, syarat usia dalam jalur zonasi PPDB ini tetap berjalan. 

"Daya tampung kami terbatas, Anda tadi sudah dengar untuk dari sekolah kami SD, SMP, dan SMA semakin dikit maka daya tampungnya. Nah, kalau semuanya ingin seleksi di negeri pasti apapun seleksinya akan ada yang tertinggal," katanya.

img_title Transformasi Kampus Merdeka: Membangun Kampus Bebas Kekerasan Seksual

"Jadi kalau seleksi dengan menggunakan usia yang tertinggal adalah yang muda. Kalau seleksi dengan menggunakan nilai yang tertinggal adalah nilai yang kecil. Ketika yang tertinggal adalah usia. Kami memakai usia ini karena memang usia ini variabel yang netral yang enggak bisa diintervensi apapun," ujarnya.

Tentunya, lanjut dia, setiap kegiatan pasti ada kendala. Maka ia melakukan ini bukan tanpa evaluasi dari sebelumnya. Dengan sistem bahwa afirmasi dan zonasi yang menggunakan usia, afirmasi ini dipergunakan bagi mereka dari keluarga yang tidak mampu dengan 25 persen kuotanya, maka ini akan masuk.

"Adakah yang tersisih? Pasti. Karena kuotanya cuma 25 persen. Mereka bisa ikut di jalur zonasi ini, mereka yang mampu dan tidak mampu secara sosial dan ekonomi dan mereka yang pandai dan belum pandai, ada di sini semuanya. Dan nanti diseleksi dengan usia setelah zonasi. Ketika mereka yang muda dan berprestasi, silakan masuk jalur prestasi," katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut